Berita Bangli
579 KK di Bangli Masih Tunggu Penyaluran Bantuan Beras Pemerintah
Ratusan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bangli menerima bantuan beras dari pemerintah.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ratusan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bangli menerima bantuan beras dari pemerintah.
Tiap keluarga mendapatkan 10 kilogram beras selama tiga bulan, mulai dari September hingga November.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma mengungkapkan, penyaluran beras bantuan pemerintah telah dilakukan secara bertahap.
Jumlah penerima bantuan beras pemerintah sebanyak 133.340 KK yang tersebar di empat kecamatan.
"Untuk penyaluran beras bulan September dilakukan secara bertahap. Dimulai dari tanggal 20 September hingga 27 September. Penyalurannya langsung ke desa-desa," ujarnya Minggu (1/10/2023).
Sesuai data bantuan beras yang telah disalurkan, untuk Kecamatan Susut sebanyak 2.613 KPM, Kecamatan Tembuku sebanyak 2.837, Kecamatan Bangli sebanyak 2.185, dan Kecamatan Kintamani sebanyak 5.711.
Lanjut Sarma, khusus penyaluran di tahap II ini ada tambahan penerima bantuan dari Kementerian Sosial. Total tambahan mencapai 579 KPM.
"Untuk tambahan baru ini, kami masih menunggu data nama dan alamat dari Kementerian Sosial. Mereka ini yang belum menerima bantuan beras," ungkapnya.
Sarma belum bisa memastikan kapan penyaluran beras bagi 579 KPM tersebut. Sebab hal ini merupakan kewenangan dari pihak Bappenas dengan Kemensos.
Sedangkan disinggung jadwal pencairan bantuan beras bulan Oktober, pihaknya mengakatan tidak ada jadwal pasti.
"Yang jelas untuk penyaluran jika sudah siap kita lakukan secepatnya," tandas dia.
Untuk diketahui, bantuan beras pemerintah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo, untuk mengantisipasi inflasi akibat lonjakan harga beras.
Total penerima bantuan beras sebanyak 21,3 juta KPM.
Baca juga: Hutan di Kawasan Kintamani Kebakaran Lagi
Jokowi juga meminta pada Gubernur, Walikota hingga Bupati apabila pasca bantuan ini harga beras masih naik, maka ia meminta agar pemerintah daerah setempat bisa menggunakan anggarannya untuk melakukan intervensi pasar.
"Dengan itulah kita harapkan inflasi kita akan terkendali dengan baik dan pelan-pelan akan turun," ucapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.