Berita Buleleng
Tiga Unit Armada Damkar di Buleleng Sudah Uzur dan Rusak, Penanganan Kebakaran Jadi Terhambat
Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Made Subur pada Selasa (10/10) mengatakan, dari tiga pos Damkar yang ada di Buleleng pihaknya hanya memiliki tujuh
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tiga unit armada Damkar milik Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, saat ini dalam keadaan rusak ringan hingga berat. Kondisi ini membuat penanganan kebakaran menjadi terhambat.
Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Made Subur pada Selasa (10/10) mengatakan, dari tiga pos Damkar yang ada di Buleleng pihaknya hanya memiliki tujuh unit armada Damkar.
Usianya pun sudah uzur, sekitar puluhan tahun. Dari tujuh unit itu, hanya empat yang bisa beroperasi dengan baik.
Sementara tiga unit lainnya saat ini sedang diperbaiki di bengkel. “Armada kami memang sudah tua-tua, ada yang dari 2007 hingga 2012. Idealnya memang perlu ada pembaruan armada," katanya.
Baca juga: Almarhum Mangku Yudhani Dapat Penghargaan Dari Paguyuban Drama Gong Lawas
Baca juga: BREAKING NEWS! Presiden Jokowi Tiba di Bali, Akan Pimpin Pertemuan KTT AIS Forum 2023 Besok
Melihat musibah kebakaran yang menimpa tiga toko di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng terbakar pada Minggu (8/10) lalu, Subur menyebut semestinya api berhasil dipadamkan dalam kurun waktu satu jam, dengan mengerahkan seluruh armada yang dimiliki.
Namun mengingat ada tiga unit armada yang rusak, pihaknya pun harus meminta bantuan AWC milik Polres Buleleng dan api baru bisa dipadamkan dalam waktu tiga jam.
"Saat kejadian di Jalan Ngurah Rai kemarin kita bersyukur api bisa dipadamkan walaupun prosesnya agak lama. Saat itu kami juga harus fokus agar api tidak menjalar ke rumah warga itu juga perlu diamankan. Yang sudah terbakar ya sudah biarkan saja yang penting rumah atau gedung di sebelahnya perlu diamankan," jelasnya.
Subur menyebut, pengadaan armada baru saat ini belum bisa dilakukan lantaran keterbatasan APBD yang dimiliki Pemkab Buleleng. Untuk menyiasati kondisi ini, pihaknya pun tengah gencar membentuk relawan, serta melakukan inspeksi dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di unit-unit usaha.
Terpisah Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, pihaknya telah menganggarkan untuk perbaikan armada Damkar di APBD Perubahan 2023 ini. Sementara terkait pengadaan armada baru, Lihadnyana mengaku belum menjadi prioritas selama armada yang baru masih bisa digunakan dan dimanfaatkan.
"Kalau yang lama bisa dipakai ngapain. Buleleng memang wilayahnya luas, banyak belum tentu cukup apabila kita tidak mengatur. Armada jangan dipusatkan di kota saja, lebih baik dipusatkan ke yang berpotensi terjadi bencana. Jadi perlu strategi model-model begitu. Kami tata pelan-pelan lah ya, keinginan sih banyak," singkatnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wsvbgerfdbhedrfnjdfenjeftmjndftg-mk.jpg)