Berita Bali
BMKG Perkirakan Hujan Akan Turun Pertengahan November di Bali
Dan curah hujan di Bali 95 persen di bulan Januari dan 5 persennya adalah di bulan Februari. Sedangkan sifat hujannya adalah normal.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BMKG Wilayah III memberikan paparan, terkait dampak dari fenomena El Nino yakni berkurangnya curah hujan di Bali.
Paparan tersebut disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III, I Nyoman Gede Wiryajaya, pada Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Kekeringan Serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Bali Tahun 2023, Kamis 19 Oktober 2023.
“Fenomena El Nino yang berdampak berkurangnya curah hujan dari kondisi normalnya. Yang kedua kita tahu dalam peredaran sumbu matahari, tanggal 23 September kan di khatulistiwa.
Sedangkan Bali di selatan khatulistiwa, nanti dia akan bergerak ke khatulistiwa Oktober kurang lebih di Bali-lah sehingga nanti cuaca panas,” jelas, Wiryajaya.
Baca juga: Bali Status Darurat 14 Hari, Bahaya Kebakaran dan 3 Kecamatan 94 Hari Tanpa Hujan
Baca juga: Ada Wilayah Kumuh di Badung, Perkim Dorong Desa Adat Buat Pararem Lahan yang Disewakan
BMKG juga sempat melakukan pengecekan suhu terakhir, di Bali pernah sampai 35 derajat celcius.
Namun dikatakan Wiryajaya itu, belum termasuk kondisi cuaca yang ekstrem, karena ukuran cuaca normal di bulan Oktober adalah 32,5 derajat.
Suhu disebut ekstrem apabila di atas 3 derajat dari rata-ratanya. Selain itu dampak dari El Nino ini membuat Bali masih pada musim Kemarau.
“Kita lihat memang di beberapa tempat terutama di Bali itu di Kubu, Kubutambahan, di Gerokgak itu memang tidak lebih dari 80 sampai 100 hari tidak turun hujan itu hasil pengamatan dari BMKG.
Kemudian kita melihat juga musim hujan kita sudah rilis kemarin dan kami setahun dua kali merilis perkiraan musim, Desember dan Maret,” imbuhnya.
Perkiraan musim hujan Bali dimulai di bagian tengah yaitu dipertengahan bulan November diperkirakan akan hujan di Bali.
Dan daerah yang terakhir masuk musim penghujan adalah Buleleng bagian barat dan Nusa Penida, yang diperkirakan akan memasuki musim hujan sekitar akhir bulan Desember.
Dan curah hujan di Bali 95 persen di bulan Januari dan 5 persennya adalah di bulan Februari. Sedangkan sifat hujannya adalah normal.
“Kemudian kita lihat juga bahwa TMC kita di Bali memiliki pengalaman waktu G20. Namun bedanya dengan sekarang adalah saat itu mungkin kondisi lebih mudah karena kita menghalau awan yang sudah ada sekarang kita melihat apakah bahannya sudah ada atau tidak kan seperti itu,” imbuhnya.
Kini BMKG sedang memerhatikan pergerakan awan mulai dari tumbuhnya awan di mana, pergerakan arah dan kecepatannya dan jenis awan yang akan tumbuh seperti apa.
Sehingga BMKG dapat melakukan koordinasi, apakah dari Lombok atau Banyuwangi menerbangkan pesawat untuk menyemai awan sehingga bisa jatuh di mana yang diharapkan.
“Sedangkan yang sekarang ini harus cek dulu awannya ada atau tidak, sehingga kita bisa lebih efektif dalam segi pendanaan dengan sumber daya yang kita miliki,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bali-Berpotensi-Hujan-Lebat-BMKG.jpg)