Berita Bangli
Air Danau Batur Alami Penyusutan Hingga Dua Meter
Kemarau panjang yang terjadi mengakibatkan debit air di Danau Batur mengalami penyusutan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kemarau panjang yang terjadi mengakibatkan debit air di Danau Batur mengalami penyusutan.
Diperkirakan penyusutan air danau yang berlokasi di Kecamatan Kintamani ini mencapai dua meter.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pelaku usaha penyebrangan di Danau Batur, I Nengah Dester Jumat, 20 Oktober 2023.
Kata dia, penyusutan air di danau batur sudah terjadi sejak beberap bulan terakhir.
"Sudah sekitar empat bulan. Tapi surutnya sedikit demi sedikit. Kalau sekarang mungkin sudah sekitar dua meter surutnya. Ini dilihat dari bibir danau," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, kedalaman danau Batur bervariasi. Mulai dari 40 meter hingga 80 meter. Kendati demikian, Dester mengaku penyusutan ini tidak berdampak signifikan untuk aktifitas penyebrangan.
"Begitupun pada pembudidaya ikan di danau Batur, (penyusutan air danau) juga tidak berdampak," katanya.
Sebaliknya dampak penyusutan justru dirasakan petani hortikultura yang ada di sekitar danau Batur.
Baca juga: Jembrana Gelar Ritual Neduh Agung di Pura Pegubugan, Mohon Agar Hujan Segera Turun
Para petani harus menarik air lebih jauh dari danau Batur.
"Petani selama ini memanfaatkan air Danau. Air danau ditarik lalu ditampung. Karena sekarang menyusut, jarak mengambil air lebih jauh. Tentu biaya operasionalnya lebih tinggi," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan salah satu petani di sekitar danau Batur bernama I Ketut Jembawa.
Surutnya air danau Batur tentu menyebabkan biaya operasional lebih tinggi, karena petani mengambil air lebih jauh.
Kendati demikian, ada sisi positifnya. Sebab dengan surutnya air danau Batur, lahan pertanian yang sebelumnya terendam kini bisa dimanfaatkan kembali.
"Memang kalau secara hitung-hitungan biaya operasional tinggi. Tapi itu masih bisa ditutup karena saat ini harga produk pertanian sedang bagus. Seperti harga cabai maupun kubis. Belum lagi petani mendapatkan lahan tambahan akibat penyusutan air danau," ujar pria yang juga Bendesa Kedisan ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-Danau-Batur-dari-Dermaga-Kedisan.jpg)