Berita Nasional
Pasca Pandemi Covid-19, Tahun 2023 Penjualan Smartphone Belum Normal
Krisva Agnieszca: secara triwulan, pertumbuhan penjualan smartphone mulai menggeliat terutama pada triwulan II ke triwulan III tahun ini
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca Pandemi Covid-19, kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya, sehingga berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Salah satunya pada pembelian smartphone.
Meski demikian, sejumlah perusahaan smartphone berupaya melakukan inovasi terutama menargetkan kebutuhan anak-anak muda.
Pelaku usaha smartphone, Krisva Agnieszca mengungkapkan, meski mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya namun secara triwulan, pertumbuhan penjualan smartphone mulai menggeliat terutama pada triwulan II ke triwulan III tahun ini.
Baca juga: Launching New Product, Samsung Z Fold5 & Z Flip5 di Cellular World Denpasar
“Dibandingkan tahun lalu, tahun ini memang sulit dan itu dialami semua pemain smartphone karena industri smartphone tahun 2023 mengalami penurunan, karena kondisi ekonomi belum pulih pasca pandemi,” ungkap PR Lead Realme Indonesia tersebut, Sabtu 21 Oktober 2023.
Penjualan smartphone di Bali berada di posisi 5 besar, begitu juga tahun lalu.
Hal ini membuktikan penjualan Bali tetap konsisten dengan pembeli paling banyak adalah anak muda, sesuai dengan target marketnya.
Sementara penjualan smartphone tahun ini mencapai 20 juta unit.
“Selama pandemi pun 2-3 tahun lalu tetap sama, jadi bisa dibilang, Bali itu konsisten sama penjualannya sendiri,” ujarnya.
Sementara produk terlaris atau dominan dari penjualannya dengan presentase 60 persen -70 persen adalah C Series, terutama produk entry level.
Produk entry level adalah smartphone dengan spesifikasi standar yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan standar juga.
Hal itu karena melihat pola konsumsi masyarakat Indonesia terutama anak muda yang merupakan target marketnya karena berkaitan daya beli masyarakat Indonesia.
Menurutnya, smartphone C series memiliki fitur yang lebih dari produk enrty level pada umumnya, seperti charging 33 watt, storage yang besar, sementara harganya hanya sekitar Rp 1 jutaan.
“Realme bisa mencapai target karena C series fiturnya yang ada di ponsel mid range, tapi harganya kita turunkan seperti entry level,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, perusahaan melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan meluncurkan produk baru dengan fitur lebih canggih. Seperti realme 11 series.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.