Berita Bali

Tim Sepak Bola Bali Gagal Dalam Dua Edisi PON, Ketua Asprov PSSI Bali Buka Suara, Ini Problemnya

Tim Sepak Bola Bali Gagal Dalam Dua Edisi PON, Ketua Asprov PSSI Bali Buka Suara, Ini Problemnya

|
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
Dok. Tribun Bali
Ketua Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bali, I Ketut Suardana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bali, I Ketut Suardana buka suara atas gagalnya tim sepak bola  Provinsi Bali dalam dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dan PON XXI Aceh-Sumut  2024. 

Menurutnya, dalam Pra PON persiapan yang dilakukan Asprov PSSI Bali sudah dimaksimalkan dengan materi-materi pemain hasil binaan klub-klub yang ada di Bali, namun ada satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah tim profesional masih enggan melepas pemain untuk memperkuat tim Asprov Bali. 

"Gagal mungkin nasib belum berpihak. Padahal tim official sudah mempersiapkan skuat secara maksimal, dengan materi pemain hasil binaan klub-klub yang ada di Bali saat ini," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, pada Senin 23 Oktober 2023.

Dia menjelaskan, dalam pembangunan Sepakbola, Asprov Bali sudah memfasilitasi dengan mengadakan kursus pelatih berlisensi hingga perangkat pertandingan. 

Menurutnya, bidang-bidang tersebut memiliki andil besar sebagai bagian-bagian yg berkompeten untuk pembinaan sepakbola di Provinsi dari usia muda sampai dengan tim senior. 

"Bahkan Bali sudah memiliki Pelatih dengan lisensi D, C, B dan A juga Asprov sudah mengadakan kursus-kursus perangkat pertandingan seperti Wasit, Match Commissioner sampai regulasi atau Statuta Asprov dan PSSI sudah ada di tangan klub-klub yang dinaungi Asprov," tuturnya

Lebih lanjut, Tut menuturkan, sebelum masa -  masa saat ini, Bali memiliki banyak klub Amatir dengan pembinaan yang bagus dan mereka muncul menjadi klub yang tangguh berkat kompetisi rutin di intern Askab/Askot masing-masing.

Baca juga: KATALOG Promo Indomaret 24-25 Oktober 2023 Kebutuhan Mandi Lebih Hemat, Sampo Zinc Jumbo Rp29.900


Sehingga muncul klub amatir seperti Guntur FC, Kundalini, Putra Tresna dan lain-lain yang menjadi tulang punggung Tim Pra PON Bali. 

"Tapi saat ini klub amatir dengan pembinaan yang baik agak berkurang, sepertinya klub-klub amatir ini harus juga bersaing dengan klub-klub profesional," ucap dia.

Disinggung mengenai faktor mental, Suardana menampiknya, menurutnya, para pemain Bali sudah menampilkan performa dengan kemampuan masing-masing secara maksimal. 

"Saya tidak melihat kegagalan karena faktor mental pemain, saya yakin mereka sudah memberikan permainan sesuai dengan kemampuan masing,"  ucap dia.

Dijelaskan dia, fenomena di Indonesia, pemain-pemain hasil binaan klub-klub amatir cenderung mengarah ke tim profesional dan perlu dimaksimalkan untuk sama-sama berkontribusi bagi tim Asprov dan memajukan Bali.

"Sebagai fenomena di dunia sepakbola di Indonesia, hasil binaan klub-klub amatir, jika ada pemain yang bagus pasti dilahap oleh klub profesional dan kecendrungan pemain lebih memberi perhatiannya ke klub-klub profesional dengan alasan mereka masing-masing," tuturnya. 

"Seperti yang dituturkan oleh Owner Putra Tresna, Ir Gusti Agung Anom Jaksa Saputra, banyak pemainnya hijrah ke klub profesional dan tidak mau dilepas oleh pemilik klubnya untuk memperkuat tim Asprov," jabar dia. 

"Asprov Jawa Barat, nasibnya sama seperti Bali yang kurang beruntung tidak lolos ke PON Aceh. Fenomena inilah harus dijawab oleh steakholder sepakbola Bali, bagaimana bersama-sama memajukan sepakbola Bali," pungkas Tut Suardana. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved