Bali United
HOT Transfer Bali United, Satu Incaran Teco: Saya Minta Pemain Baru Tapi Belum Ada Kabar Bagus!
Sebab Bali United kini tengah krisis pemain tengah setelah cederanya Made Tito Wiratama dan Sidik Saimima.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Bali United terlihat pasif dalam upaya penambahan pemain baru di bursa transfer paruh musim ini. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra menyatakan, tidak mudah mendapatkan pemain baru sesuai kebutuhan tim lantaran banyak yang masih terikat kontrak dengan klubnya.
“Soal pemain baru kami sudah bicara sama manajemen yang mungkin kurang dari tim buat bisa diperbaiki di putaran kedua. Kami minta satu pemain tapi sampai hari ini belum ada kabar yang bagus,” kata Teco, Selasa (31/10).
Dari sinyal yang sebelumnya diberikan Teco, ia membutuhkan pemain untuk mengisi sektor tengah. Sebab Bali United kini tengah krisis pemain tengah setelah cederanya Made Tito Wiratama dan Sidik Saimima.
“Kami tahu juga putaran kedua mayoritas pemain bagus ada kontrak sama klub lain. Ada mungkin kesempatan waktu ada pemain jarang main di klub lain bisa berhenti kontrak buat keluar dari tim, tapi ini tidak mudah, kami masih tunggu kabar dari manajemen,” bebernya.
Tak seperti sejumlah klub yang gencar melepas dan merekrut pemain di paruh musim ini, pergerakan Serdadu Tridatu tampak landai. Pelatih asal Brasil ini mengaku tidak begitu mempersoalkan jika manajemen tidak bisa mendatangkan pemain baru di paruh musim ini.
Baca juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Sumardji Buka Suara Kondisi Timnas Indonesia di Tengah Badai Cedera
Baca juga: Piala Dunia U17: Timnas Indonesia Kantongi Peta Kekuatan Ekuador, Panama Hingga Maroko, Bima: Siap
Teco pun bertekad membawa tim besutannya mengarungi putaran kedua dengan penuh optimisme dengan skuat yang ada saat ini. Apalagi sekarang Bali United bertengger di posisi ke-6 klasemen paruh musim.
Bali United memiliki poin yang sama dengan peringkat ke 4 RANS Nusantara dan peringkat ke 5 PSIS Semarang yang memiliki poin yang sama 30 poin. “Waktu bisa datang satu pemain pasti tim lebih kuat tapi waktu tidak bisa, saya pikir tim kita tetap kuat juga,” ucapnya.
Pelatih yang membawa Bali United merengkuh dua gelar juara Liga 1 tersebut juga tidak keberatan apabila tim senior memilih mempromosikan pemain dari tim youth. Sama halnya saat putaran kedua musim lalu, beberapa nama yang saat ini bersinar seperti Kadek Arel, Made Tito dan Rahmat Arjuna.
“Di putaran kedua kami sudah naik satu pemain, Indra gelandang bertahan. Sudah boleh main. Kami lihat, waktu bisa naik satu pemain lagi dari skuat muda Bali United kita harus naik,” demikian ujarnya.
Taring Maringa
Sedangkan Adilson Maringa menunjukkan taringnya di bawah mistar gawang Bali United. Puluhan aksi penyelamatan ia lakukan. Maringa membuktikan bahwa kritik yang dialamatkan kepada dirinya selama ini salah. Maringa sempat ditasbihkan menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di Liga 1 hingga pekan ke 14 lalu dengan 58 save.
Hingga paruh musim, dari 17 laga, posisi Maringa tak tergantikan oleh penjaga gawang lain, meski ada nama besar Muhammad Ridho. Stefano Cugurra sudah melihat masa depan penjaga gawang dengan postur hampir dua meter itu. Di awal musim, banyak kritik yang masuk untuk mengganti Maringa oleh Ridho sebagai penjaga gawang utama.
Bahkan tagar #MaringaOut pun sempat mencuat di media sosial karena hanya dianggap sebagai beban tim. Bagi Teco, di awal musim, kiper kelahiran 22 Agustus 1990 itu hanya perlu adaptasi. Meski banjir kritik dari suporter, Teco bergeming pada pendiriannya dan menilai kiper berusia 33 tahun itu bakal semakin berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/cxdfwaevcfersdbvgrefdbhrdtgnrtgdfnm.jpg)