Tips Kesehatan
Sering Luput dari Perhatian, Kenali Tanda-tanda Depresi pada Pria Beserta Cara Melawannya
Tribunners, kenali tanda dan gejala depresi pada pria berikut ini. Karena seringkali luput dari perhatian, gejala depresi pada pria membuat penangana
TRIBUN-BALI.COM – Sering Luput dari Perhatian, Kenali Tanda-tanda Depresi pada Pria Beserta Cara Melawannya
Tribunners, kenali tanda dan gejala depresi pada pria berikut ini.
Karena seringkali luput dari perhatian, gejala depresi pada pria membuat penanganannya kurang optimal.
Meski lebih banyak dialami oleh wanita, namun pria juga tak menutup kemungkinan untuk mengalami depresi.
Oleh karena itu, kenali sedini mungkin hal-hal yang terindikasi sebagai gejala depresi pada pria agar tak terlambat dalam penangannnya.
Melansir Kompas.com, sulitnya deteksi dan diagnosis depresi pada pria kemungkinan disebabkan oleh kombinasi faktor sosial dan biologis.
Kaum Adam juga cenderung merasa tertekan secara budaya untuk bersikap "jantan” dengan menyembunyikan emosinya termasuk keluhan kesehatan mentalnya.
Saat merasakan ketidaknyaman secara mental, mereka cenderung mengalihkan depresi itu dengan mencari kesibukan seperti bekerja, bermain game, dll.
Lantas, apa saja kira-kira tanda dan gejala depresi pada pria yang harus diketahui?
Baca juga: Warga Bakar Diri di Gunaksa Diduga Depresi, Selama Ini Derita Hernia Sehingga Tidak Bisa Kerja
Gejala Depresi pada Pria
Gejala depresi pria bisa muncul secara fisik, emosional, mental dan perilaku.
Secara fisik, pria yang depresi mungkin akan mengalami sesak dada, masalah pencernaan seperti gas, diare, dan sembelit, serta disfungsi ereksi maupun masalah seksual lainnya.
Keluhan lainnya juga bisa terjadi, contohnya sakit kepala, masalah hormonal seperti testosteron rendah, nyeri, jantung berdebar kencang atau berdebar-debar dan fluktuasi berat badan yang tidak normal.
Sementara itu, gejala depresi pada mental pria cenderung sulit dikenali dibandingkan wanita.
Gejala-gejala tersebut dapat mengganggu cara seseorang berpikir dan memproses informasi, sehingga memengaruhi perilaku dan emosi.
Beberapa gejala depresi mental yang paling umum pada pria antara lain:
-ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
-masalah memori
-pola pikir obsesif-kompulsif
-pikiran kacau
-masalah tidur, biasanya kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur
-pikiran untuk bunuh diri
Ada juga gejala depresi secara emosional yang tak hanya berupa kesedihan saja.
Saat stres akut, para pria mungkin mengalami keluhan seperti:
-agitasi
-agresia
-marah
-penarikan diri secara emosional dari teman, keluarga, dan kolega
-keputusasan
-kurangnya minat pada keluarga, komunitas, hobi, dan pekerjaan
-kurangnya libido
-kegelisahan
Baca juga: Pengantin di Bogor yang Kabur Bareng Mantan Kini Disebut Tengah Depresi, Fahmi Ungkap Hal Ini
Gejala depresi mental fisik, mental dan emosional akhirnya akan memengaruhi perilaku pria dalam kesehariannya.
Umumnya, mereka akan menolak mengakui perubahan tersebut maupun membicarakannya secara terbuka.
Namun ada sejumlah perubahan perilaku pria depresi yang mudah dikenali, contohnya:
-kesulitan menyelesaikan pekerjaan, tugas keluarga, dan tanggung jawab pribadi lainnya
-penyalahgunaan narkoba
-minum alkohol secara berlebihan
-terlibat dalam aktivitas berisiko, seperti mengemudi sembarangan atau melakukan hubungan seks tanpa kondom
-isolasi sosial
-upaya bunuh diri
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Merasa Depresi?
Walau tidak selalu terlihat, depresi memiliki tanda khas sehingga memahami gejala tersebut dapat menjadi bekal untuk mencegah serta menangani depresi.
“Meskipun tidak bisa serta merta menghentikan atau menyembuhkan depresi, kita tetap dapat mengurangi tingkat keparahan depresi lewat penanganan yang efektif dan mudah diidentifikasi,” kata psikolog, Adam Borland, PsyD melansir Kompas.com.
Menurutnya ada tujuh cara untuk melawan depresi ketika kita merasakannya.
1). Pelajari gejala munculnya depresi
Depresi memiliki banyak tanda yang bisa saja berbeda bagi masing-masing individu, misalnya, perubahan pola tidur ataupun pola makan, menjadi sensitif atau lebih mudah tersinggung, serta menarik diri dari orang-orang sekitar.
Mempelajari tanda-tanda ini memberi kita kesempatan untuk bertindak lebih awal demi mencegah muncul atau kambuhnya sebuah depresi.
“Kita dapat mengambil beberapa langkah proaktif untuk menghentikan depresi agar tidak semakin parah,” kata Dr. Borland.
2). Hubungi seseorang yang bisa mendukung
Meskipun perasaan depresi mendorong kita untuk mengasingkan dan mengisolasi diri, cobalah untuk melawan hasrat tersebut karena itu hanya akan membuat kondisi menjadi lebih buruk.
Hubungi anggota keluarga, teman, rekan kerja, atau siapapun yang kita percaya untuk membicarakan perasaanmu dengan mereka.
Jika perlu, temui seorang terapis yang lebih paham bagaimana cara menangani depresi.
3). Latih kebiasaan tidur yang baik
Depresi sering kali mengganggu pola tidur, bisa dengan membuat kita malas bangun atau sebaliknya mengurangi jam tidur.
Dr. Borland menyarankan agar tetap berusaha menjaga jadwal tidur yang konsisten agar merasa lebih baik.
Jadi cobalah hindari keinginan untuk tidur siang atau bersantai di tempat tidur dalam waktu yang lama, dan jika tidak bisa tidur di malam hari, coba batasi asupan kafein serta kurangi waktu menatap layar sebelum tidur.
Baca juga: Diduga Depresi, Wayan M Nekat Mengakhiri Hidup di Karangasem, Sempat Mengeluh Tentang Tabungan
4). Fokus pada makanan sehat
Depresi terkadang dibarengi dengan perubahan pola makan sehingga membuat kita sulit untuk tetap bertahan pada kebiasaan makan yang sehat.
Padahal pola makan adalah satu aspek penting yang perlu tetap dijaga karena kurangnya asupan nutrisi hanya akan memperburuk depresi serta menambah perasaan negatif.
Jika kamu adalah tipe orang yang berhenti makan ketika sedang depresi, coba persiapkan sup, sandwich, atau makanan beku yang kamu sukai dan mudah disiapkan, dan makanlah sesuai jadwal.
Namun jika kamu adalah sosok yang akan cenderung lebih banyak makan ketika depresi, maka lengkapi dapur dengan camilan, buah-buahan, dan sayuran yang lebih sehat sehingga tersedia pilihan makanan sehat.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba melatih keterampilan mengatasi masalah yang tidak melibatkan makanan.
5). Kurangi konsumsi alkohol
Jelas depresi dan alkohol bukanlah perpaduan yang baik. Dr. Borland memperingatkan bahwa sebagai obat depresan, alkohol akan memperburuk suasana hati.
Minuman seperti bir, anggur, dan minuman keras juga dapat merusak pola tidur sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi fisik dan emosional lainnya yang tidak akan membantu situasi.
6). Olahraga Cara selanjutnya yang dapat menjadi solusi dari depresi adalah dengan berolahraga.
Mencoba bergerak dapat membantu kita mengatasi depresi. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan suasana hati, meningkatkan energi, dan membuat tidur malam menjadi lebih nyenyak.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan latihan yang berat, berjalan kaki 10 menit saja sudah berkontribusi untuk membuat perbedaan pada kondisi kita.
7). Terlibat dalam aktivitas Salah satu tanda terbesar dari depresi adalah hilangnya minat pada banyak hal.
Kondisi ini dapat berujung pada isolasi diri yang semakin merugikan.
Maka dari itu, untuk mengatasinya, berusahalah untuk tetap mengikuti jadwal dan rutinitas normal jika tidak termotivasi untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang ada.
Lebih baik lagi, cobalah sesuatu yang baru untuk menciptakan ketertarikan seperti berkreasi melalui menulis, melukis, bermain musik, mengunjungi taman, mendatangi museum terdekat untuk pertama kalinya, ataupun secara sukarela berbuat baik dalam komunitas.
Sekalipun kita merasa melakukannya tanpa semangat, berpartisipasi dalam sesuatu memungkinkan kita untuk mengalihkan fokus dan terhubung dengan orang lain sehingga dapat membantu mengurangi depresi.
Dalam upaya-nya menyemangati, Dr. Borland mengatakan, “Tidak ada cara pasti untuk menghentikan depresi ketika kambuh. Tetapi memiliki rencana untuk mengatasi ketika depresi menyerang dapat membuatnya lebih mudah ditangani dan membantu kita merasa lebih baik dengan lebih cepat.”
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa yang Harus Dilakukan Ketika Merasa Depresi?", dan Kompas.com dengan Judul "Tanda dan Gejala Depresi pada Pria, Sering Luput dari Perhatian",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sering-Luput-dari-Perhatian-Kenali-Tanda-tanda-Depresi-pada-Pria-Beserta-Cara-Melawannya.jpg)