Seputar Bali
Warga Bakar Diri di Gunaksa Diduga Depresi, Selama Ini Derita Hernia Sehingga Tidak Bisa Kerja
Warga asal Banjar Patus, Desa Gunaksa, I Nyoman Jiten (66) nekat bakar diri di Setra Kangin Gunaksa, Kecamatan Dawan
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga asal Banjar Patus, Desa Gunaksa, I Nyoman Jiten (66) nekat bakar diri di Setra Kangin Gunaksa, Kecamatan Dawan.
Dari keterangan kepolisian, Jinten diduga melakukan aksi nekatnya tersebut karena depresi.
"Berdasarkan informasi dari warga Banjar Patus Desa Gunaksa, kalau Jinten sudah lama mengalami depresi dan sebelumnya juga korban sudah pernah kumat dan berjalan keluar rumah dalam kondisi telanjang," ungkap Kapolsek Dawan, Akp I Komang Susiawan, Jumat (3/11/2023).
Perbekel Desa Gunaksa I Wayan Sardiana mengatakan, sepengetahuannya I Nyoman Jinten tidak ada riwayat gangguan jiwa.
Baca juga: HUT Kota Tabanan Usung Tema “Padu Raksa Jayaning Singasana”, Digelar Mulai 4 November 2023
Kesehariannya, tidak ada gelagat aneh yang ditunjukan oleh Nyoman Jinten sebelum kejadian bakar diri tersebut.
"Sepengetahuan saya, Ia (Nyoman Jinten) tidak ada gangguan jiwa. Kalau ada, pasti ada laporan dari puskesmas ke saya,”
“Tidak ada gelagat aneh, sehari-hari ia biasa saja," ungkap Wayan Sadiarna, Jumat (3/11/2023).
Namun diakuinya, I Nyoman Jinten saat ini menderita sakit hernia. Sehingga ia tidak bisa bekerja terlalu berat.
Padahal selama ini Jinten bekerja sebagai buruh harian lepas, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Edukasi Masyarakat Pentingnya Pencegahan, Dinkes Badung Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
"Biasanya ia (Jinten) bekerja buruh harian lepas. Sering juga diminta bantuan menaikan pasir," jelasnya.
Jinten dikaruniai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan yang keduanya sudah berkeluarga.
"Terakhir saya dapat info masih dalam perawatan di RSUD Klungkung, nanti saya rencana akan menjenguknya," ungkap Sadiarna.
Kejadian bakar diri tersebut ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
Awalnya Nyoman Jinten membeli bahan bakar jenis pertalite di warung milik I Nengah Yarta yang juga warga Banjar Patus, Desa Gunaksa.
"Ia (Nyoman Jinten) membeli pertalite 1 botol air mineral besar seharga Rp18 ribu," ungkap Susiawan, Jumat (3/11/2023).
Baca juga: Wawali Arya Wibawa Siap Berikan Sanksi Tegas Bali CMPP Jika Tidak Mampu Olah Sampah Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sosok-berinisial-NJ-saat-tergeletak-dalam-keadaan-tubuh-penuh-dengan-luka-bakar.jpg)