Longsor di Tabanan
Hujan Deras Akibatkan Longsor, Akses Jalan Banjar Petiga Kangin Tabanan Terganggu
Hujan Deras Akibatkan Longsor, Akses Jalan Banjar Petiga Kangin Tabanan Terganggu
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Longsor membuat akses jalan ke Banjar Petiga Kangin di Desa Petiga, Kecamatan Marga terganggu.
Akses jalan warga tak bisa dilalui. Material longsor berupa lumpur dan tanah itu, setinggi 15 centimeter.
Warga pun gotong royong membersihkan material longsor.
Informasi yang dihimpun, bahwa material longsor selain membuat aktivitas warga terganggu. Pun juga menganggu akses petani yang akan menuju ke subak Bene.
“Kejadian kemarin sekitar jam setengah dua belas malam,” ucap Perbekel Petiga I Wayan Sugita, Jumat 1 Desember 2023.
Menurut dia, kejadian bermula diketahui oleh salah seorang warga yang akan melintas melalui jalan tersebut.
Dan dugaannya, memang karena intensitas hujan mulai dari sore hingga malam hujan yang sangat deras.
Material longsor berupa tanah tegalan milik warga. Dimana sebelumnya, merupakan tanah persawahan, namun dialihkan menjadi usaha tanaman hias.
Baca juga: Hujan Deras Di Desa Selumbung Karangasem Sebabkan Rumah Darma Tertimpa Pohon Kelapa
Baca juga: Wiasa Selamatkan Anak Gadisnya dari Bencana Longsor Melalui Ventilasi
“Cukup tebal. Sekitar 15 centi lah,” ungkapnya.
Akibat kejadian, sambungnya, bahwa warga bergotong royong untuk membersihkan material longsor.
Dibantu oleh pihak pemadam kebakaran dengan membersihkan sisa tanah. Sebab, tanah cukup licin ketika dilalui.
Sehingga perlu dibersihkan dengan cara penyemprotan oleh pihak Damkar.
Pembersihan dilakukan mulai pagi sampai pukul 11.00 wita. Dan saat ini jalan sudah normal untuk dilalui.
“Tidak sampai terjebak. Ada jalan memutar. Tapi memang cukup menganggu,” jelasnya.
Di bagian lain, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Sri Nadha Giri, selain delapan buah pohon tumbang memang ada kejadian longsor di daerah Petiga yang dilaporkan.
Namun sudah bisa diatasi. Hanya saja, pihaknya tetap siaga 24 jam, dengan 38 Tim TRC yang stand by secara bergiliran.
“Meski tidak ada bencana, kami tetap siaga. Karena memang intensitas hujan cukup tinggi hari-hari belakangan ini,” bebernya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Material-longsor-yang-dibersihkan-oleh-warga-secara-gotong-royong-Jumat-1-Desember-2023.jpg)