Bali United
Bali United vs Persib Bandung, Kolom KA7: Stadion Elite, Penonton Sedikit
Malam ini, 18 Desember 2023, Bali United kembali akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Kapten Dipta.
Penulis: Komang Agus Ruspawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tak ada lagi gemuruh dan koreo menakjubkan di tribun utara. Kini nyanyian pasukan berbaju hitam ini hanya terdengar sama-samar.
Apakah setelah Brigaz dan Semeton Dewata menghilang, NSB 12 yang fenomenal itu juga akan menghilang dan tinggal kenangan?
Come on Semetons! Mari dukung kembali perjuangan tim kebanggaan kita. Jangan biarkan pemain berjuang sendirian di Dipta.
Kita pahami, banyak pertimbangan dan juga alasan yang membuat fans atau pendukung Bali United enggan datang ke Stadion Dipta. Bahkan masih banyak yang “ngambul”.
Dari suara-suara suporter, ada karena pertimbangan harga tiket yang naik.
Sebagian fans yang berstatus anak sekolahan dan mahasiswa tak sanggup membelinya.
Musim ini, manajemen awalnya menaikkan harga tiket cukup drastis dari Rp 60 ribu melonjak menjadi Rp 100 ribu, dan sekarang turun lagi Rp 80 ribu.
Kenaikan harga tiket ini yang sempat membuat sebagian besar komunitas melakukan boikot dengan tidak datang ke stadion.
Sebagian fans juga terpaksa jarang ke stadion sejak diterapkannya sistem penjualan tiket online.
Selain masih ada yang kesulitan cara membelinya, mereka ada juga yang tidak berani memastikan pada hari H akan free atau mendapat job.
Ada juga karena faktor Pelatih Kepala Stefano Cugurra “Teco”.
Suporter kelompok ini enggan datang ke stadion karena sudah terlanjur tidak suka dengan gaya permainan Coach Teco.
Ada juga suporter yang malas ke stadion karena tak ada lagi pemain-pemain idolanya. Kelompok ini adalah pendukung personal, bukan klub.
Suporter lainnya beralasan makin ketatnya aturan di Stadion Dipta setelah menjadi stadion elite.
Tak boleh inilah, tak boleh itulah, yang membuat mereka kurang nyaman.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.