Berita Bangli

Setelah IKM Kopi, Bangli Kecipratan DAK IKM Bambu Senilai Rp 7 Miliar

Kabupaten Bangli mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisperindag Bangli, I Wayan Gunawan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kabupaten Bangli mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) bambu.

Ini merupakan pembangunan sentra IKM kedua, setelah sebelumnya dibangun sentra IKM Kopi di Kintamani. 

Kepala Disperindag Bangli, I Wayan Gunawan mengatakan, pembangunan sentra IKM Bambu masuk pada DAK Fisik 2024.

Pembangunan sentra IKM Bambu memanfaatkan lahan milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) di sebelah barat pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan Susut.

"Karena lahan yang dimanfaatkan merupkan aset Dinas PKP, saat ini kami sedang komunikasikan terkait pemanfaatan aset tersebut. Mengenai anggarannya, dialokasikan sebesar Rp 7 miliar," jelasnya, Senin (18/12/2023).

Gunawan mengatakan, anggaran Rp 7 miliar tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan gedung.

Disamping itu juga pemenuhan kelengkapan lainnya, hingga pemberdayaan IKM.

"Di sentra IKM bambu akan dilengkapi berbagai macam mesin pengolahan bambu. Kalau tidak salah ada 20 unit mesin," imbuhnya. 

Kadis asal Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli ini mengatakan, untuk persiapan dokumen administrasi persiapan tender ditarget pada bulan Januari hingga Februari 2024, sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan.

Baca juga: Basarnas Bali Kerahkan 129 Personel Untuk Kesiapsiagaan Libur Nataru

Sehingga diharapkan pada bulan April 2024 kegiatan sudah berjalan. 

"Pembangunan sentra IKM Bambu ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan teknis SDM pelaku IKM. Sehingga produksinya memiliki nilai ekspor," tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved