Berita Bali

Jaga Pariwisata Berkelanjutan & Ramah Iklim di Eco Tourism Week 2023, Singgung Kebakaran TPA Suwung

Jaga Pariwisata Bali Berkelanjutan dan Ramah Iklim Melalui Eco Tourism Week 2023, Singgung Kebakaran TPA Suwung

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ ADRIAN AMURWONEGORO
Co-Founder Eco Tourism Bali, Rahmi Fajar Harini (kanan) dan General Manager of The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet (kiri). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Para pemerhati lingkungan dan pariwisata memberikan sumangsih ilmu pengetahuan dalam ajang Eco Tourism Week 2023 yang digelar di The Apurva Kempinski Bali di penghujung tahun bulan Desember 2023 ini. 

Para pegiat dan asosiasi bersama-sama mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan ramah iklim dengan pelestarian lingkungan di destinasi - destinasi wisata.

Acara yang mengusung tema ‘Climate awareness for a sustainable and climate friendly Bali tourism’ Eco Tourism Week 2023 ini bertujuan menjaga Bali sebagai destinasi yang lestari dan ramah iklim.

Co-Founder Eco Tourism Bali, Rahmi Fajar Harini bahwa Eco Tourism Week ini merupakan yang kedua kalinya digelar dengan fokus utama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah iklim.

“Industri pariwisata memiliki peran penting dalam mitigasi risiko terhadap perubahan iklim. Fokus kegiatan ini adalah untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan, stakeholder ini," ujar Harini saat dijumpai Tribun Bali di The Apurva Kempinski

"Tema yang kami angkat menghubungkan sustainability dengan perubahan iklim. Industri pariwisata memiliki peran besar dalam mengatasi risiko perubahan iklim," imbuhnya. 

Lanjut Rahmi, pihaknya telah memusatkan perhatian pada indeks keberlanjutan untuk hotel dari tahun lalu.

Namun, tahun ini, mereka berhasil meluncurkan indeks untuk restoran pada bulan September, yang bertepatan dengan World Tourism Day.

Ia pun menyinggung kebakaran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Suwung beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Usai Pembebasan Lahan, Shortcut Simpang Padonan Langsung Dikerjakan Dengan Anggaran Rp 6 Miliar


Dikatakannya bahwa masalah kebakaran tersebut memiliki keterkaitan perubahan iklim, temperatur bumi menjadi yang lebih tinggi menyebabkan sampah menghasilkan gas metana, yang bisa terbakar.

"TPA kebakaran, apa kaitannya apa yang bisa dilakukan, temperatur naik dan sampah yang dihasilkan pelaku industri tidak dipisah organik dan anorganik metan panas memang dunia lebih panas sekarang, kalau tidak melakukan sesuatu bisa beresiko," ujarnya.

“Mengatasi isu-isu seperti kebakaran TPA Suwung juga merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kesadaran. Jika kita tidak bertindak, risiko akan meningkat, dan ini dapat mengancam daya tarik pariwisata Bali, mereduce impact dampak negatif lingkungan," tambah Harini.

Lebih lanjut ia jelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan pelbagai pihak, asosiasi termasuk The Apurva Kempinski Bali yang juga berkomitmen dalam Eco Tourism Week ini.

“Dalam Eco Tourism Week ini, kami berharap dapat menarik lebih banyak hotel dan industri untuk bergabung. Saat ini, kami baru menggandeng 20 hotel dan 25 restoran di Bali, tetapi kami yakin acara ini akan menjadi jembatan untuk pertumbuhan nilai ini di masa depan," tuturnya.

Sementara itu, General Manager of The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet menyampaikan dukungan penuhnya terhadap Eco Tourism Week yang saat ini tengah berlangsung di Bali. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved