Konflik Palestina Vs Israel
500rb Warga Palestina Terancam Kelaparan Imbas Perang Israel Vs Hamas di Gaza
Setengah juta warga Palestina terancam kelaparan imbas perang Israel Vs Hammas di Gaza.
"Ini adalah situasi di mana hampir semua orang di Gaza lapar," kata Husain.
Kekurangan makanan dan air melemahkan sistem kekebalan membuat populasi lebih rentan terhadap penyakit.
"Orang sangat mendekati wabah penyakit besar karena sistem kekebalan mereka telah menjadi sangat lemah karena kurangnya gizi," katanya.
Husain mengatakan bahwa perlintasan perbatasan perlu beroperasi untuk mendapatkan pasokan penting, termasuk makanan dan air.
Dan dia mengatakan bahwa kelompok kemanusiaan membutuhkan akses aman ke seluruh Jalur Gaza.
Baca juga: Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara Ke Selatan Gaza, Targetkan Rumah Sakit Kuwaiti di Rafah
Israel mengklaim berada di tahap akhir membersihkan militan Hamas dari utara Gaza, tetapi menyatakan masih perlu beberapa bulan menyelesaikan serangan di selatan. Sejak 7 Oktober, sudah hampir 20.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel.
Sebanyak 1,9 juta penduduk Gaza, lebih dari 80 persen populasi, terpaksa meninggalkan rumah mereka, dengan lebih dari satu juta kini mengungsi di tempat penampungan PBB.
Perang ini juga membuat sektor kesehatan Gaza hancur.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, hanya sembilan dari 36 fasilitas kesehatan yang masih berfungsi sebagian, dan semuanya terletak di selatan.
Pekerja bantuan WHO melaporkan peristiwa sangat memilukan di dua rumah sakit di utara Gaza: pasien terbaring dengan luka yang tidak diobati meminta air, dokter dan perawat yang tersisa tidak punya persediaan, dan jenazah korban serangan Israel bergeletakan di halaman.
Pada awal perang, Israel menghentikan semua pengiriman makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar ke wilayah tersebut.
Setelah tekanan AS, mereka mulai mengizinkan sedikit bantuan melalui Mesir, tetapi lembaga-lembaga PBB mengatakan itu masih jauh dari cukup.
Pekan ini, Israel mulai mengizinkan bantuan masuk melalui perbatasannya di Kerem Shalom ke Gaza.
Baca juga: Tentara Israel Enggan Temui Benjamin Netanyahu, Kondisi Psikologis IDF Makin Memburuk
Namun ledakan pada Kamis pagi melanda sisi Palestina dari perbatasan tersebut, memaksa PBB untuk menghentikan pengambilan bantuan di sana, kata Juliette Touma, juru bicara UNRWA, lembaga PBB untuk pengungsi Palestina.
Setidaknya empat orang tewas, demikian laporan rumah sakit terdekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anak-Palestina-yang-terluka-tiba-di-ruang-gawat-darurat-rumah-sakit-al-Shifa.jpg)