Table Tennis Championship
Atlet Juara Minta UT dan Bupati Tabanan Cup Diselenggarakan Dua Kali Dalam Setahun
UT dan Bupati Tabanan Cup, para atlet membutuhkan jam terbang untuk tampil dan mengasah kemampuan
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - UT dan Bupati Tabanan Cup mendapat perhatian khusus dari para atlet tenis meja Provinsi Bali.
Bagaimana tidak, ajang yang diselenggarakan selama dua hari di Gor Debes Tabanan ini, diapresiasi positif oleh para atlet.
Para atlet berharap ajang ini bisa diselenggarakan tidak hanya sekali dalam setahun.
Bisa saja di tahun depan akan digagas sebanyak dua kali dalam setahun.
Baca juga: Turnamen Tenis Meja UT dan Bupati Cup 2023 di GOR Debes, Bupati Tabanan: Semoga Digelar Tiap Tahun
Alasannya, para atlet membutuhkan jam terbang untuk tampil dan mengasah kemampuan.
Hal ini dikatakan, Atlet Hikada TCC Klungkung, Okta.
Okta mengaku, bahwa dari segi lawan memang untuk skala Bali antara satu atlet dengan atlet lain saling mengenal dan mengetahui teknik masing-masing.
Yang membedakan adalah soal pengalaman dan mental.
Misalnya saja, ketika kalah dalam poin bagaimana mengejar ketertinggalan.
“Untuk kesan, tentu turnamen ini bisa dua kali dalam setahun. Ini bukan soal price pool. Tapi kamu lebih banyak berlatih tapi tidak ada wadah turnamen untuk melatih mental dan menambah pengalaman,” ucapnya.
Okta menambahkan, kejuaraan semacam ini bisa untuk dilakukan dua kali, bahkan tidak dalam masa liburan.
Karena atlet bisa mendapat dispensasi dari sekolah.
Bahkan jika perlu, skala ditambah dengan skala internasional. Atau nasional, khususnya untuk usia 15 tahun dan 18 tahun.
“Jadi kita ini bisa melihat atlet-atlet idola kita belajar banyak pengalaman di ajang yang lebih besar,” ungkapnya.
Juara U-18 Putri, Nindi senada dengan Okta, bahwa ajang bisa ditambah menjadi dua kali setahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Turnamen-Tenis-Meja-UT-dan-Bupati-Cup-2023-di-GOR-Debes.jpg)