Berita Karangasem
Promosikan Wisata, Desa Adat Gelar Festival Bugbug
Desa Adat Bugbug, Kec. Karangasem mengelar Bugbug Festival. Kegiatan bertema "Bugbug Menyapa
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Desa Adat Bugbug, Kec. Karangasem mengelar Bugbug Festival. Kegiatan bertema "Bugbug Menyapa" dilakukan untuk mendongkrak pariwisata di Bugbug, dan menepis anggapan miring tentang Desa Adat Bugbug serta meredam konflik.
Dengan harapan tercipta keharmonisan warga.
Kelian Desa Adat Bugbug, Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, mengatakan, Bugbug memiliki potensi pariwisata banyak.
Diantaranya wisata alam, pantai, hingga adat istiadat. Melalui Bugbug Festival diharapkan Bugbug dikenal hingga kancah internasional. Sehingga wisatawan berdatangan ke Desa Bugbug.
"Festival ini ajang promosi pariwisata, serta untuk meredam konflik. Sehingga keharmonisan antar warga tercipta. Minimal okupansi hotel di Bugbug, seperti di Candidasa,bisa terisi dan meningkat banding sebelumnya,"kata Jro Purwa.
Diharapkan Bugbug bisa makin dikenal. Apalagi sekarang Bugbug membangun Candi di Shang Hyang Ambu, dan jadi icon.
Pihaknya berharap Desa Adat Bugbug bisa jadi pintu masuk untuk menyapa wisatawan.
"Kita akan kembangkan wisata dan budaya di Bugbug. Sehingga kunjungannya naik,"akuinya.
Sebelumnya, Desa Adat Bugbug juga mengelar Festival Selonding.Tujuannya untuk melestarikan warisan leluhur, dan memberikan edukasi ke generasi millenial untuk tetap menjaga tradisi.
Baca juga: Pantauan Malam Pergantian Tahun 2024 di Double Six Seminyak Bali, Ramai Pengunjung Sejak Sore Hari
Selain itu, Bugbug juga gelar upacara metatah massal gratis yang diikuti ratusan krama. Tujuannya untuk ringan warga. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.