Jokowi Ngaku Tak Dapat Undangan Perayaan Ulangtahun PDIP, Hubungan Kian Retak?
Jokowi Ngaku Tak Dapat Undangan Perayaan Ulangtahun PDIP, Hubungan Kian Retak?
Menurut Wakil Ketua TKN Habiburokhman, hal tersebut biarlah masyarakat yang menilai.
"Ya namanya kan mungkin kalau politik itu kan ada gestur, mungkin ya bisa ditangkap masyarakat gestur itu ulang tahun partai enggak hadir, ya kan artinya apa?," ujar Habiburokhman saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
"Iya kan artinya mungkin ya ada hal tertentu lah, ya silakan masyarakat menilai," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Habiburokhman tegas mengatakan, presiden dua periode itu condong memihak Prabowo ketika ditanya apakah langkah Presiden Jokowi itu makin menunjukkan ihwal tidak berpihaknya kepada capres-cawapres nomor urut 3.
"Saya yakini apa Jokowi sebagai warga negara tentu condong ke Pak Prabowo, Kenapa? Karena yang paling mungkin melanjutkan, siapa yang capaian beliau ya pak Prabowo," tuturnya.
Ditegaskan Habiburokhman, dukungan Presiden Jokowi terhadap Prabowo itu bukan semata-mata karena anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjadi wakil Prabowo.
Dia mengatakan dua tokoh itu sudah bekerja sama dalam pemerintahan selama lima tahun.
"Ini bukan persoalan ada Mas Gibran, tetapi beliau kan sama Pak Prabowo lima tahun seolah-olah beliau itu mengomentari Pak Prabowo yang paling paham tantangan ke depan, masalah ke depan, yang harus dihadapi bangsa ini," kata Habiburokhman.
Pengamat Menilai Jokowi Tak Lagi Merasa Bagian dari PDIP
Sementara itu, menurut pandangan dari pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, Jokowi merasa sudah tak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PDIP.
"Terang benderang bahwa Pak Jokowi merasa dirinya bukan lagi bagian dari keluarga besar PDIP."
"Meski secara formal, belum ada pencabutan status keanggotaannya, sikap Pak Jokowi justru seperti deklarasi bahwa Pak Jokowi sendirilah yang menarik diri dari PDIP," kata Ray kepada Tribunnews.com, Minggu (7/1/2024).
Menurut Ray, cara tersebut juga pernah dilakukan oleh Gibran hingga akhirnya PDIP yang bersikap, yakni mengeluarkan Gibran dari keanggotaan PDIP.
"Hal itu pernah ditempuh oleh anaknya Gibran, menunggu PDIP yang secara formal mengeluarkannya."
"Sebenarnya, ini strategi cari simpati yang sudah terbaca, tetapi, nampaknya tetap dilakoni oleh Pak Jokowi," katanya.
Pulang Kampung, Megawati Kunjungi Buleleng Festival 2025, Minta Resep Makanan Khas Buleleng Bali |
![]() |
---|
Jokowi Beri 2 Jempol untuk Prabowo, Presiden Sempat Batuk Saat Pidato APBN 2026 |
![]() |
---|
Hasto Resmi Dipilih Kembali Jadi Sekjen PDIP, Sejumlah Nama Belum Dilantik saat Kongres di Bali |
![]() |
---|
Pandangan Yuridis-Sosial terhadap Abolisi dan Amnesti dalam Kasus Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto |
![]() |
---|
SETELAH Rangkaian Kongres PDIP, Megawati, Hasto dan Prananda Medelokan ke Walikota Denpasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.