Berita Badung
Penumpukan Kendaraan Masih Terlihat Usai Shortcut Canggu-Tibubeneng Dibuka
Shortcut Canggu-Tibubeneng Sudah Dibuka, Namun Penumpukan Kendaraan Masih Terjadi
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meski Shortcut Canggu-Tibubeneng sudah dibuka, namun penumpukan kendaraan masih saja terjadi.
Bahkan arus lalu lintas yang padat itu pun masih terlihat, bahkan sempat diabadikan oleh sejumlah pengendara.
Padahal Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, sudah menerapkan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di shortcut Canggu-Tibubeneng, Kuta Utara sejak dibukanya Shortcut itu pada Rabu, 10 Januari 2024 lalu.
Kadishub Kabupaten Badung, AA Ngurah Rai Yuda Darma saat dikonfirmasi Jumat 12 Januari 2024 mebenarkan adanya tumpukan kendaraan masih terlihat pada jam-jam sibuk.
Hal ini dikarenakan lonjakan volume kendaraan di wilayah tersebut.
"Secara umum pada jam-jam sibuk yang volume lalu lintas meningkat antrean atau tundaan masih ada dari arah Timur atau dari Denpasar menuju ke Barat. Namun, lonjakan antrean mengalir tidak stag," ungkapnya.
Pihaknya mengaku arus lalulintas pun kini pada jalan. Apalagi pada hari-hari libur yakni sabtu dan minggu.
Dikatakan, antrean kendaraan dapat diatasi dengan pengaturan manual dari pihak Kepolisian dan Dishub sambil menunggu perbaikan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Baca juga: BPBD Gianyar Kerap Evakuasi Motor Jatuh ke Jurang, Terbaru Motor Dibuang ODGJ
"Infrastruktur jaringan APILL yang masih putus sudah kami atasi dengan cara manual. Namun untuk yang dari arah Brawa ke jalan baru mengalir tidak ada atrean," sebutnya.
Menurutnya, arus kendaraan dari arah Utara ke Selatan mengalir.
Hanya terdapat tundaan karena ada perpotongan dengan arus kendaraan yang lurus dari Timur ke Barat.
Sedangkan yang dari arah Tanah Lot ke Denpasar mengalir, begitu juga ada potongan dari arah tanah lot ke selatan.
"Jadi MRLL yang disusun telah sesuai hanya tinggal penyesuaian pengguna jalan dan pengaktifan APILL. MRLL yang ada sudah pas tidak akan dirubah, sekarang tinggal memfungsikan APILL yang terkoordinasi dengan sistem ATCS," tegasnya.
Pihaknya mengaku evaluasi akan dilakukan setelah MRLL diterapkan selama sebulan.
Bahkan pihaknya akan mengevaluasi maksimal uji coba berjalan sebulan.
"Saat ini pengguna jalan masih pengenalan situasi pengalihan lalin, karena adanya jalan baru dan mengurangi crosing," bebernya.
Seperti diketahui, jalan shortcut Canggu Tibubeneng yang berlokasi di simpang Padonan memiliki panjang 335 m, lebar 8 meter, dilengkapi dengan pedestrian yang dibangun diatas tanah seluas 26 are.
Menggunakan anggaran dana APBD perubahan 2023 sebesar Rp 6,2 miliar untuk proyek jalan dan Rp 25 miliar untuk pembebasan lahan, dengan waktu pengerjaan kurang lebih dua bulan. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.