Berita Karangasem
30 Ton Jagung Bersubsidi Akan Didistribusikan ke Karangasem
Sekitar 30 ton jagung bersubsidi rencana didistribusikan ke Karangasem melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Sekitar 30 ton jagung bersubsidi rencana didistribusikan ke Karangasem melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.
Mengingat harga makanan ternak, terutama jagung, alami peningkatan drastis di Karangasem.
Dan parahnya, pasokan jagung sedikit serta sulit di dapat.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem,Nyoman Siki Ngurah, mengatakan, jagung subsidi yang bersumber dari Kementerian Pertanian diberikan khusus untuk peternak ayam telur yang skala mikro - kecil.
Itupun bersangkutan harus masuk kelompok atau paguyuban badan hukum.
"Yang berhak dapat cadangan jagung pemerintah (CJP) yakni peternak ayam telur berskala mikro - kecil yang masuk paguyuban, kelompok, atau koperasi yang berbadan hukum,"ungkap Siki Ngurah, Selasa (23/1/2024) siang kemarin
Ditambahkan, pendistribusian CJP rencananya dilakukan selama 3 bulan. Mulai Januari - Maret.
Penyalurannya lewat Perkumpulan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR). Peternak yang menginginkn CJP harus lewat pengurus.
"Dinas terkait hanya merekomendasi,"imbuhnya.
Baca juga: Indonesia Dorong Pamsimas dan Sanimas Sebagai Best Practice Pada World Water Forum ke-10 di Bali
Mantan Kepala Balitbangda Kab. Karangasem menjelaskan, hampir 50 persen pakan ternak ayam telur mengkonsumsi jagung. Sedangkan estimasi populasi ternak ayam sekitar 500 ribu ekor lebih.
Sedangkan kebutuhan ayam petelur perhari 60 gram. Seandainya dikalkulasikan, pertahun butuh10.950 ton.
Untuk hasil panen jagung di Kab. Karangasem diperkirakan mencapai 14 ribu ton per tahun.
Rinciannya, hasil panen Maret 2023 hampir capai 6 ribu ton. Nominal ini belum termasuk jagung yang di tanam Desember Th. 2023, seluas 900 hektare. Kemungkinan hasil panen jagungnya melebihi 14 ribu
"Kalau tahun sebelumnya, hasil panen jagung di kisaran 9 ribu ton. Makanya kita terus genjot. Kebutuhan jagung tan hanya peternak ayam petelur, tapi juga peternak merpati, ayam aduan, dan lainnya. Kemungkinan Thn. 2024 hasilnya meningkat. Apalagi infonya, di daerah Tianyar dan Seraya mulai hujan,"akuinya
Untuk diketahui, Peternak ayam bertelur di Kabupaten Karangasem mengeluh dikarenakan harga jagung untuk pakanan ternak meningkat drastis. Kenaikan ini terjadi sebulan terakhir. Naiknya diperkirakan mencapai sekitar 30 sampai 35 persen. Semula 7 ribu, kini menembus angka 10 ribu perkilogram.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.