Nyepi 2024

Pelaku Pariwisata Tak Boleh Promosikan Paket Promo Berkaitan Nyepi 2024 di Bali

pada Hari Suci Nyepi, umat beragam Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan

PIXABAY
Ilustrasi Nyepi di Bali - Pelaku Pariwisata Tak Boleh Promosikan Paket Promo Berkaitan Nyepi 2024 di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan surat edaran terkait Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 pada 11 Maret 2024.

Terkait Hari Raya Nyepi tersebut telah dikeluarkan Seruan Bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 yang ditandatangani oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Kapolda Bali, Komandan Korem 163/WSA hingga Pj Gubernur Bali tertanggal 2 Februari 2024.

Salah satu poin dalam seruan bersama tersebut, yakni poin nomor 6 menyebutkan, usaha penyedia jasa akomodasi, penyedia jasa hiburan dan tempat wisata yang ada di Bali tidak diperkenankan mempromosikan usahanya dengan branding Hari Suci Nyepi.

Yang mana pada Hari Suci Nyepi, umat beragam Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Baca juga: Nyepi Saka 1946, PHDI Bali Keluarkan Surat Edaran, Melasti Dimulai 7 Maret 2024

Namun, tidak sedikit penyedia jasa akomodasi seperti hotel menawarkan Paket Nyepi, dengan menginap beberapa malam di hotel dan merasakan keheningan Hari Suci Nyepi.

Ketika dikonfirmasi mengenai poin nomor 6 tersebut, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, aturan tersebut memang sudah diberlakukan sejak dulu.

Pihaknya pun mendukung seruan bersama itu karena dinilainya tidak etis suasana religius Hari Suci Nyepi dipromosikan.

“Kan ada Amati Lelungan, dan lainnya, itu tidak tidak etis kalau industri mempromosikan untuk hal-hal yang sifatnya bertentangan dengan amati itu,” jelas Gus Agung pada Kamis 8 Februari 2024.

Meski begitu, ia bukan melarang jika wisatawan memang ingin merasakan keheningan Nyepi, namun ditekankan agar jasa akomodasi tidak dengan sengaja mempromosikannya.

“Orang sudah paham (terkait Nyepi), tidak perlu dipromosikan, hotel tidak perlu promosikan,” katanya.

Disinggung apakah ada peningkatan wisatawan yang datang saat libur jelang Nyepi, Gus Agung menyampaikan, meski ada yang datang ke Bali, tapi dalam waktu bersamaan ada juga yang meninggalkan Bali.

“Jadi mereka di sana bisa bebas melakukan aktivitas berliburnya (yang pergi ke luar Bali saat Nyepi). Dia (wisatawan) tidak sengaja tujuannya datang ke Bali, gitu. Kalau semacam dia ingin merasakan experience ya mereka datang ke Bali,” tutupnya.

Kumpulan Artikel Nyepi

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved