Imlek 2024
Warga Keturunan Tionghoa Akan Gelar Tradisi Ci Swak
Warga Keturunan Tionghoa Akan Gelar Tradisi Ci Swak, Shio Naga, Anjing, Kerbau Hingga Kambing Ciong Tahun Ini
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tahun baru Imlek 2575 adalah tahun shio naga kayu. Berdasarkan horoskop Tionghoa, ada beberapa shio yang diramal mengalami kesialan di tahun ini.
Sebagai upaya untuk menolak bala, warga keturunan Tionghoa di Buleleng akan melaksanakan tradisi Ci Swak.
Humas TITD Ling Gwan Kiong Singaraja Gunadi Yetial ditemui Jumat (9/2) mengatakan, ritual Ci Swak akan dilaksanakan di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio, yang terletak di sebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng.
Ci Swak dilaksanakan saat Cap Gomeh atau pada Sabtu (24/2) mendatang.
Gunadi menyebut pada tahun shio naga kayu ini ada empat shio yang diperkirakan akan mengalami kesialan atau ciong.
Diantaranya shio naga dan anjing yang berdasarkan ramalan akan mengalami ciong besar.
Serta shio kerbau dan kambing yang diramal akan mengalami ciong kecil.
Warga keturunan Tionghoa yang meyakini ramalan tersebut, biasanya memutuskan untuk menjalani ritual Ci Swak atau tolak bala.
Dalam ritual itu, mereka akan mengikuti persembahyangan yang dipimpin oleh rohaniawan.
Selain itu, mereka juga memotong sedikit rambutnya lalu dimasukan kedalam amplop berwarna merah.
Baca juga: BAHAGIA! Zodiak Ini Dijamin Nikmati Hari yang Luar Biasa, Ramalan Zodiak Besok 10 Februari 2024
Di dalam amplop tersebut juga tertera nama lengkap, tanggal lahir dan shio masing-masing, untuk kemudian dimohonkan kepada dewa, agar pemilik amplop dapat diberi perlindungan pada tahun ini.
"Dalam Tri Dharma, ciong itu bukan berarti jelek. Jalannya hanya diperkirakan tahun ini berliku. Jadi melalui tradisi Ci Swak ini mereka yang ciong memohon agar diberi keselamatan dan perlindungan oleh tuhan. Biasanya Ci Swak juga biasanya dilaksanakan dengan melepas hewan, tapi yang lepas hewan itu semakin sedikit. Biasanya mereka cukup sembahyang saja," jelas Gunadi.
Hingga Jumat (9/2) tercatat baru 12 warga yang mendaftar untuk mengikuti Ci Swak. Jumlahnya diperkirakan akan meningkat sehari sebelum tradisi itu dilaksanakan.
Gunadi menyebut, selain menggelar tradisi Ci Swak, pihaknya juga melaksanakan tradisi Ciam Si pada malam pergantian tahun tepatnya pada Sabtu (10/2) pukul 00.00 Wita.
Ciam Si merupakan ramalan kuno untuk mengetahui peruntungan dalam satu tahun ini.
Gunadi menyebut, meski tradisi Ciam Si belum dilaksanakan, namun melihat tahun ini merupakan shio naga kayu memiliki lambang kepemimpinan, kekuasaan dan keberuntungan.
"Jadi kalau kepemimpinannya baik, bisa melahirkan kebaikan di segala bidang termasuk ekonomi. Tapi kalau kepemimpinannya kurang baik, dapat berefek di segala bidang," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.