LPG Langka di Denpasar
Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan
Warga Denpasar Keluhkan Gas Elpiji Terbatas, Pembatasan Stok untuk Pengecer, Imbau Beli di Pangkalan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Kartika Viktriani
Sementara untuk usaha kecil Mikro sekitar 10-15 tabung sebulan.
“Kalau dengan penetapan kuota dengan data awal DTKS di Bali secara umum atau secara khusus misalnya, Denpasar sebetulnya hitungannya aman. Tapi faktanya kan tidak berarti penggunanya pasti di luar itu, bahkan mungkin lebih dari itu. Tidak hanya Denpasar, bahkan Klungkung, Gianyar juga pengecer dibatasi,” paparnya.
“Ini bukan langka atau gimana. Kalau dibiarkan bebas, tidak sampai bulan Desember nanti kuota pasti akan habis, terutama Denpasar ini yang diatur. Kami berkomitmen dengan Pj Gubernur Bali dan pusat saat mengajukan kuota tambahan agar 2023 aman dan sudah dilewati aman,” katanya.
Setiawan mengakui yang namanya subsidi memang ‘tricky’ (rumit).
Subsidi menjadi sesuatu yang tidak hanya kritikal, namun juga menjadi rebutan banyak orang.
Pemerintah sendiri sudah mencoba memberikan syarat-syarat siapa yang berhak mendapatkan elpiji 3 kg.
Namun nyatanya syarat tersebut tidak berjalan dengan semestinya.
“Kemudian pemanfaatan di luar rumah tangga tepat sasaran bagaimana cara mengontrolnya? Sedangkan pemkab/pemkot kewalahan. Oleh karena kita usulkan ke pusat, diajukan pengujian. Paling tidak saran kita sudah disuarakan,” katanya.
Berkurangnya stok elpiji 3 kg di masyarakat ini, kata Setiawan, terdapat pembatasan di pengecer.
Ia pun menyarankan masyarakat agar membeli elpiji 3 kg di pangkalan.
Sebab pasti akan dilakukan pendataan.
Ia juga meminta Disperindag dan instansi terkait memonitor kondisi elpiji 3 kg di masyarakat.
“Untuk kondisi sekarang kita ikut berperan pendataan. Provinsi tidak memiliki instrumen yang kuat bagaimana dapat memverifikasi dan mengedukasi masyarakat agar beli di pangkalan. Ternyata pangkalan sudah naik. Jumlahnya 4 ribu. Asumsi kita jumlah desa/kelurahan di Bali 716. Jumlah desa adat hampir 1.500. Kalau pangkalan hampir 4 ribu, mestinya sudah tersebar merata. Tapi kalau kita lihat kan pangkalannya ngumpul di Denpasar dan sekitarnya,” paparnya.
Faktor lainnya, masyarakat juga terbiasa membeli elpiji 3 kg di warung terdekat.
Menurutnya, warung bukan pangkalan, namun pengecer sehingga wajar menaikkan tarif yang sesuai.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.