Populer Bali
Viral Bali: Jelang Galungan Harga Cabai dan Bahan Pangan Meroket, Solusi Kelangkaan Gas di Badung
Berikut berita viral Bali yang menjadi sorotan hangat publik di Pulau Dewata jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Berikut berita viral Bali yang menjadi sorotan hangat publik di Pulau Dewata jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Berita viral Bali yang pertama terkait kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang mulai diresahkan oleh warga.
Kemudian kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Badung ditangani langsung oleh Sekda dan Pertamina.
Berikut berita selengkapnya dihimpun redaksi Tribun Bali.
Harga cabai rawit yang naik seolah tak terkendali membuat emak-emak di Denpasar geleng-geleng kepala.
Jelang Hari Raya Galungan, harga cabai rawit tembus hingga Rp 90 ribu per kilogram, dari mulanya Rp 30 ribu per kg. Itu di Pasar Badung Denpasar, Jumat (23/2).
Baca juga: Viral Bali: Antisipasi Galungan Pertamina Tambah Kuota 25 Ribu Gas 3 Kg, Kabel Semrawut Denpasar
Salah satu pedagang bumbu di Pasar Badung Denpasar, Ketut Wati mengatakan, tak hanya harga cabai rawit yang naik.
Namun beberapa komoditas perbumbuan lain juga ikut naik.
“Ini saya jual cabai rawit agak layu Rp 75 ribu per kg. Kalau yang segar Rp 90 ribu per kg. Cabai besar Rp 80 ribu. Tomat juga naik harganya dari Rp 8 ribu menjadi Rp 28 ribu hari ini,” kata Wati.
Kenaikan harga cabai rawit ini setelah Pemilu 2024 tepatnya 15 Februari 2024, dimana pada hari tersebut harga cabai mulai merangkak naik hingga kini capai harga Rp 90 ribu.
Sementara untuk cabai besar dan tomat sudah sebulan lebih alami kenaikan harga.
“Yang agak murah cabai rawit hijau ini Rp 45 ribu perkg nya. Kalau katanya karena hujan jadi harga cabai mahal banyak cabai yang busuk,” imbuhnya.
Pantauan di Pasar Cokroaminoto Denpasar lebih gila lagi. Harga cabai rawit merah di sana naik mencapai Rp 100 ribu per kg.
Padahal sebelumnya harga cabaI rawit merah masih kisaran Rp 80 ribu per kg. Naiknya harga cabai rawit diikuti dengan kenaikan harga cabai merah besar Rp 90 ribu per kg.
Ketut Tini, pedagang di Pasar Cokroaminoto mengatakan, kenaikan harga cabai sejak 2 minggu sebelum hari Raya Galungan.
“Dulu cabai rawit kecil Rp 50 ribu, sekarang sudah Rp 100 ribu per k. Meskipun begitu, masyarakat tidak menolak adanya kenaikan ini, mereka tetap beli. Ya mau gimana lagi. Masak kan butuh cabai,” ujar Ketut Tini pada Tribun Bali, Jumat (23/2).
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan tomat. Bawang merah naik 9,84 persen mencapai Rp 28-29 ribu per kg.
Sedangkan bawang putih naik 0,74% di kisaran Rp 40- 45 ribu per kg untuk yang sudah dikupas.
“Kalau bawang merah masih stabil. Yang agak naik itu bawang putih jadi Rp 40 ribu per kg kalau belum dikupas, yang sudah dikupas jadi Rp 45 ribu,” tambah Tini.
Baca juga: Berita Viral Bali: Sejoli di Klungkung Nyaris Jadi Korban Begal dan Ogoh-ogoh di Dalung Dibakar OTK
Karena cabai rawit merupakan bahan pokok yang mudah busuk, maka Ketut Tini hanya mengambil dari petani sekitar 8-10 kg per hari.
“Ini kan sudah hampir seminggu cabai ikutan naik. Padahal awal Februari masih normal. Jadi saya ngambilnya pas banyakin deket hari Galungan untuk menghindari kebusukan,” katanya.
Harga tomat terpantau, Kamis (22/2), di kisaran Rp 30 ribu per kg. Naik 3 persen dari harga sebelumnya Rp 27 ribu.
Ketut Laksmi, pembeli bahan pokok mengaku pasrah dengan kenaikan harga bahan pokok yang melambung sangat tinggi.
“Pasrah saja lah. Mau gimana lagi. Tetapi saya beli per kg aja tiap hari. Takut busuk juga kalau stok lama-lama. Per kilo sampai Rp 100 ribu berat banget. Belum lagi beli kebutuhan lain, seperti sayur, daging, dan sebagainya,” kata Laksmi.
Dikutip dari data Sistem Informasi Harga Komoditas Strategis (Sigapura), Jumat (23/2), harga cabai rawit merah Rp 71.954 per kg, cabai merah besar Rp 76.796 per kg, bawang merah Rp 27.715 per kg, bawang putih Rp 35.281 per kg, beras medium 1 Rp 15.386 per kg.
Di Karangasem, harga cabai yang sebelumnya Rp 40 ribu, kini Rp 70 ribu.
Harga ayam yang semula Rp 40 ribu menjadi Rp 43 ribu. Harga tomat dari Rp 8 ribu per kg kini Rp 28 ribu.
Diah, pedagang di Pasar Subagan, mengatakan, harga pangan naik lantaran jelang Galungan, Kuningan, dan akan memasuki Ramadan. Selain itu juga pasokan sedikit berkurang karena cuacanya tak bersahabat.
Berpengaruh pada proses pertumbuhan cabai dan tomat petani di sekitar Karangasem.
Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengaku, pihaknya sempat berkoordinasi dengan pedagang.
Harga kebutuhan pokok dan jenis bumbu dapur di pasar selalu terjadi saat jelang hari raya.
"Saya sempat dialog dengan pedagang, baik daging ayam, bumbu, sembako. Untuk ketersediaan serta pasokan masih aman," kata Dana.
Baca juga: Viral Bali: Jelang Galungan Elpiji 3 Kg Langka di Sejumlah Daerah di Bali, Bunga Gemitir-Pacah Naik
Seandainya harga kebutuhan pokok di pasar sudah di luar dari kewajaran, Pemda Karangasem melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Karangasem akan mengambil langkah untuk stabilisasi harga.
Satu di antaranya melaksanakan pasar murah, baik di tingkat kecamatan maupun desa.
"Kami sudah koordinasi dengan Bulog Bali untuk tambah pasokan beras SPHP ke pasar tradisional di Karangasem agar stabilitas harga tetap terjaga jelang hari raya," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada pada beberapa waktu lalu mengatakan, tanaman cabai rawit bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pekarangan rumah, kebun, bahkan sawah.
Selama ini ia mengatakan sudah membagikan bibit cabai rawit sehingga harga cabai standar.
Hal tersebut dilakukannya untuk antisipasi agar masyarakat cukup mengonsumsi cabai dan tidak kesulitan stok.
“Bagi-bagi bibit cabai kepada masyarakat bagi yang butuh bibit cabai ready ada di kita gratis. Yang penting jangan banyak-banyak dan cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Dan tergantung permintaan dia cukup untuk ditanam di pekarangannya,” ucap Sunada
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diselesaikan Sekda dan Pertamina
Meski masyarakat di Badung kesulitan elpiji 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Badung tidak akan menggelar operasi pasar khusus gas.
Hal itu karena Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa sudah turun gunung menyikapi masalah elpiji 3 kg di Kabupaten Badung.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, Made Widiana mengatakan, tidak dilaksanakan operasi pasar terkait dengan elpiji 3 kg karena pihak pemerintah sudah berkoordinasi dengan Pertamina secara langsung.
"Bapak Sekda sudah langsung turun gunung. Jadi permasalahannya dan solusinya sudah pasti dicarikan," ujar Widiana, Jumat (23/2).
Pihaknya mengakui, sejatinya masalah kelangkaan elpiji 3 kg karena tingginya penggunaan di masyarakat.
Bahkan beberapa pangkalan elpiji 3 kg menerima elpiji 3 kg sama seperti sebelum-sebelumnya.
"Jadi sekarang kita tidak melakukan operasi lagi, karena pihak Pertamina juga sudah akan memberikan lebih elpiji 3 kg itu ke Badung," ucapnya.
Diakui, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa atas arahan Bupati Giri Prasta melakukan koordinasi ke Kantor Pertamina Cabang Denpasar. Kehadiran Adi Arnawa diterima oleh Hasanudin Ritonga selaku Sales Branch Manager Rayon IV Badung dan Gianyar di Jalan Sugianyar No 2 Denpasar, Kamis (22/2) kemarin.
Pada saat itu Hasanudin Ritonga menjelaskan, untuk wilayah Badung, Pertamina setiap harinya sudah memberikan realisasi penyaluran elpiji 3 kg sebanyak 28.000 tabung. Karena masih kurang, Pertamina pun menambah suplai ke Badung.
"Jadi untuk menyikapi kondisi kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat, Pertamina sudah mengambil langkah-langkah dengan melakukan penambahan jumlah distribusi yang dimulai dari 20 sampai 21 Februari kemarin dengan total 26.000 tabung gas," ucapnya.
Widiana pun mengakui jika dihitung per hari, ada sekitar 13.000 tabung elpiji 3 kg lebih yang sudah diberikan ke Badung.
"Seterusnya akan diberikan dan Pertamina akan mengevaluasi sejauh mana dampak dari pada penambahan penyaluran tabung gas tersebut terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat," terangnya.
(Tribun Bali/sar/avc/ful/gus)
Bali
Hari Raya Galungan
Kuningan
Ramadhan
harga cabai naik
harga tomat naik
ayam
Gas Elpiji 3 Kg
Denpasar
Badung
Karangasem
Pertamina
Viral Bali: Pengeroyokan di Jalan Imam Bonjol Denpasar, Polisi Kejar Gerombolan Pelaku |
![]() |
---|
Viral Bali: Kapal Tanker Terbakar 5 ABK Tewas, Pria Jatim Terlindas Truk, Laka Maut 2 Pria Bali |
![]() |
---|
Viral Bali: Jaringan Mobil Bodong di Nusa Penida Dibongkar Polisi & Sorotan Geng Gaza Rambah Pelajar |
![]() |
---|
Viral Bali: Bule Brasil Ngamuk Rusak Cafe di Jimbaran Ditangkap Polisi & Sorotan Pencurian Pratima |
![]() |
---|
Viral Bali: Rekonstruksi Pencurian Pratima Pura di Buleleng, Karangasem Mulai Krisis Air |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.