Berita Bali
Bali Mulai Musim Panen Padi, Sekda Pastikan Harga Beras Akan Segera Turun
Bulan Maret ini, kata Dewa Indra, Bali akan panen padi yang sudah tercatat sebanyak 15 ribu hektar.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali akan memasuki musim panen padi, hal tersebut disinyalir akan membuat harga beras akan segera turun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra saat ditemui di Art Center, Sabtu 2 Maret 2024.
“Harga beras dalam seminggu terakhir sudah mulai menurun. Sekarang turun, beras medium, premium, beras super turun sedikit. Kenapa mulai turun? Karena kita sudah mulai panen,” kata Dewa Indra.
Bulan Maret ini, kata Dewa Indra, Bali akan panen padi yang sudah tercatat sebanyak 15 ribu hektar.
Baca juga: Terbatasnya Produksi Padi Pada Maret 2024, Sebabkan Harga Beras Belum Kunjung Turun di Denpasar
Sementara jika di rata-ratakan 7 ton per hektar, 15 ribu dikalikan 7 ton akan menghasilkan padi sebanyak 105 ribu ton.
“Itu baru bulan Maret, setelah itu akan berlanjut. Sudah mulai sekarang di beberapa Kabupaten di Tabanan, Buleleng sudah mulai panen. Sehingga stok meningkat dan menurunkan harga,” imbuhnya.
Penurunan harga beras saat ini sudah terjadi ada yang sudah turun Rp 1.000 dan Dewa Indra meyakini pasti harga beras akan bergerak turun setelah panen padi yang menjadi gabah lalu kering dan menjadi beras yang akan mempengaruhi pasar.
“Beras impor itu kan kebijakan pusat untuk menutupi supply beras yang mengerjakan Bulog. Kalau kita sudah panen kita kan sudah komitmen sama Bulog, kita mengutamakan padi gabah beras produk lokal. Kenapa datang beras impor? Karena supply stok turun karena panen melambat. Maret April sudah mulai turun saya pastikan harga beras pasti turun,” tutupnya.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bali-Mulai-Musim-Panen-Padi-Sekda-Pastikan-Harga-Beras-Akan-Segera-Turun.jpg)