Harga Beras di Bali
Jelang Hari Raya Kuningan & Nyepi, Harga Beras Di Pasar Tradisional Turun Hingga Rp 5000 Per Kemasan
Jelang Hari Raya Kuningan & Nyepi, Harga Beras Di Pasar Tradisional Turun Hingga Rp 5000 Per Kemasan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jelang hari raya Kuningan dan Nyepi, harga beras di Kabupaten Bangli kembali turun. Penurunan harga beras bahkam mencapai angka Rp 5.000 per kemasan.
Pantauan di Pasar Kidul Bangli, penurunan harga terjadi di semua jenis beras.
Menurut salah satu pedagang bernama Ni Wayan Sariasih, penurunan harga beras terjadi sejak sepekan terakhir.
"Sudah seminggu ini harganya turun. Penurunan harga terjadi di semua merk beras. Baik premium maupun medium," kata dia saat ditemui Jumat (8/3/2024).
Sariasih mengungkapkan, naiknya harga beras terjadi sejak dua bulan lalu.
Diakui dalam sepekan bahkan bisa naik hingga tiga kali. Sedangkan penurunannya terjadi sejak akhir bulan Februari.
Ia mencontohkan beras merk super mama.
Dari awalnya di harga Rp 385 ribu hingga Rp 400 ribu per kemasan 25 kilo, saat ini harganya telah mencapai Rp 380 ribu per 25 kilo.
"Kalau untuk kemasan 25 kilo turunnya di angka Rp 5.000. Sedangkan untuk kemasan 10 kilo dan 5 kilo, turunnya masing-masing di angka Rp 2.000 hingga Rp 3.000," sebutnya.
Baca juga: Harga Beras Melonjak, Masyarakat Lebih Minat Konsumsi Jenis Premium dengan Harga Rp 17 ribu per Kg
Begitupun dengan harga jual eceran. Dikatakan untuk beras premium, dari harga Rp 17 ribu per kilonya, saat ini turun menjadi Rp 16 ribu.
"Ada juga beras medium saat ini harganya Rp 15 ribu per kilo. Sedangkan beras lokal Bali harganya Rp 14 ribu per kilo," ungkapnya.
Walaupun harga beras saat ini turun, Sariasih mengaku tidak ada peningkatan pembelian beras dari masyarakat.
Ia juga mengatakan pada saat harga beras mahal, banyak masyarakat yang memanfaatkan beras SPHP karena harganya yang lebih murah.
"Saat ini walaupun harga beras premium sudah turun, masih banyak masyarakat yang beli SPHP. Karena toh kualitas berasnya juga bagus dan beras ini yang sangat membantu masyarakat. Stok beras SPHP juga lancar. Kadang dapat seminggu sekali, kadang dua minggu sekali. Tergantung stok dari sana," ucapnya.
Sariasih menambahkan, jelang hari raya stok beras di pasar tradisional masih aman.
Pihaknya juga tidak berani menyetok beras terlalu banyak, karena khawatir perubahan harga yang cepat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelabuhan Gilimanuk Mendadak Ditutup Hari Ini, Mulai Pukul 15.31 WITA
"Saya hanya stok sedikit saja karena penyesuaian harga di pasar tradisional sangat cepat. Takutnya kalau stok terlalu banyak, saat harga kembali turun tentu saya akan merugi," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.