Kasus Pembacokan di Klungkung

Ni Ketut Urip Masih Trauma, Pelaku Pembacokan dan Pembakaran Rumah di Klungkung Diduga Depresi

Kepolisian masih mendalami motif Dewa Ngakan Made Putra Wedana yang membacok dan membakar rumah milik kerabatnya

Tribun Bali/Dwi S
ILUSTRASI - Ni Ketut Urip Masih Trauma, Pelaku Pembacokan dan Pembakaran Rumah di Klungkung Diduga Depresi 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Peristiwa pembacokan hingga pembakaran rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung membuat Ni Ketut Urip (61, sebelumnya disebut usianya 21 tahun) merasa trauma.

Ia melihat sendiri, bagaimana suaminya (Wayan Siok) diserang dan dibacok secara membabi buta oleh tetangganya, Dewa Ngakan Made Putra Wedana (44).

Menurutnya pelaku selama ini memang terkenal temperamental. Ni Ketut Urip menceritakan bagaimana peristiwa pembacokan itu terjadi.

Saat berada di rumah, Rabu 13 Maret 2024, ia mendengar suara teriakan dari suaminya yang baru datang dari sawah.

Baca juga: 5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini

"Suami saya datang-datang sabitnya diambil, langsung wajahnya dibacok-bacok. Saya teriak-teriak," ungkap Ni Ketut Urip, Kamis 14 Maret 2024.

Kemudian datang Ngakan Nyoman Alit Adiputra, yang berusaha menolong.

Pelaku juga menyerang Alit Adiputra dengan sajam secara membabi buta.

"Itu pelaku kan rumahnya di depan orangnya temperamental dan sering marah-marah. Semua warga tahu,” ungkapnya.

Ketut Urip menegaskan, tidak pernah ada masalah antara suaminya dan pelaku.

Namun diakui, selama ini pelaku yang pengangguran sangat temperamental dan kerap buat masalah dengan orang lain.

Sementara kakak dari Ngakan Nyoman Alit Adiputra, Ngakan Made Agus Ngurah mengatakan, adiknya masih mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit akibat luka benda tajam yang dideritanya.

Ia pun mengaku akan lebih fokus untuk kesembuhan adiknya.

"Kami (dengan pelaku) masih keluarga, dan kami fokus ke yang sakit dulu, dan biarkan pelaku diurus polisi biar kena hukuman setimpal,” ungkapnya.

Kepolisian masih mendalami motif Dewa Ngakan Made Putra Wedana yang membacok dan membakar rumah milik kerabatnya di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu 13 Maret 2024 sore.

Diduga pelaku nekat melakukan aksi tersebut karena depresi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved