Berita Buleleng

Atasi Banjir, Saluran Air di Desa Kalibukbuk Bakal Dikeruk

Dinas PUTR Buleleng diinstruksikan untuk melakukan pengerukan pada saluran air di Desa Kalibukbuk

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat meninjau saluran air di Desa Kalibukbuk, Minggu (17/3) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas PUTR Buleleng diinstruksikan untuk melakukan pengerukan pada saluran air di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng mulai Senin (18/3). Hal ini dilakukan mengingat saluran air tersebut mengalami pendangkalan, yang menyebabkan terjadinya banjir saat hari raya Kuningan atau pada Sabtu (9/3) kemarin. 

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, alat berat serta alat pembersih harus sudah dikerahkan mulai Senin untuk membersihkan saluran air. Ini merupakan solusi jangka pendek yang diberikan, agar masyarakat di desa setempat tidak lagi menjadi korban langganan banjir.

"Hari Senin alat-alat pembersih harus sudah ada," katanya usai meninjau kondisi saluran air di Desa Kalibukbuk, sekaligus menyerahkan bantuan sembako untuk warga setempat, Minggu (17/3). 

Sementara terkait solusi jangka panjang, Lihadnyana mengaku akan segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida selaku pemegang kewenangan, agar dapat melakukan normalisasi sungai. 

Baca juga: Walikota Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Patung Tonggak Sejarah Pura Dalem Pengembak Sanur

"Kalau di hulu diperbaiki, tapi di hilir mampet, percuma. Karena di utara itu semakin ke hilir semakin sempit. Kami akan segera rapat dengan BWS untuk mencarikan solusi jangka panjangnya," terangnya. 

Menurut Lihadnyana, banjir yang terjadi di Desa Kalibukbuk ini harus segera ditangani karena menjadi salah satu desa penyangga kawasan wisata Lovina.

Selain itu desa tersebut juga tercatat sudah tiga kali diterjang banjir hingga merendam puluhan rumah warga. 

Sementara Perbekel Desa Kalibukbuk Ketut Suka berharap Pemkab Buleleng segera mengambil tindakan konkrit dalam menangani banjir di desanya.

Sebab bila banjir terus terjadi, dikhawatirkan dapat merusak citra pariwisata di Buleleng.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved