Berita Buleleng

717 Bonsai Dipamerkan Serangkaian Hut Kota Singaraja

Pameran bonsai kembali digelar serangkaian hari ulang tahun Kota Singaraja ke-420 tahun, pada Selasa (19/3).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Bonsai yang dipamerkan di RTH Taman Bung Karno serangkaian Hut Kota Singaraja ke ke-420 tahun, Selasa (19/3) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pameran bonsai kembali digelar serangkaian hari ulang tahun Kota Singaraja ke-420 tahun, pada Selasa (19/3).

Kali ini ada sebanyak 717 bonsai yang dipamerkan dalam event tingkat nasional tersebut.  

Ketua Panitia Pameran Bonsai, Ketut Windu Saputra mengatakan, bonsai yang dipamerkan rata-rata berjenis santigi, sancang, ileng-ileng dan asem.

Bahkan salah satu kolektor asal Buleleng memamerkan bonsai asem berusia 45 tahun dengan nilai jual mencapai Rp 500 juta. 

Saputra menyebut pada Hut Kota Singaraja di tahun-tahun sebelumnya, pameran bonsai yang digelar masih bertaraf lokal.

Namun untuk tahun ini Pemkab Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelarnya untuk tingkat nasional.

Sehingga jumlah peserta yang mengikuti pameran yang digelar di RTH Taman Bung Karno itu mencapai 570 orang, dengan jumlah bonsai yang dipamerkan sebanyak 717 pohon.

Peserta pameran selain berasal dari Bali, juga ada yang berasal dari Lampung, Surabaya, Bandung serta beberapa daerah di Jawa Timur.

"Bonsai paling tua yang dipamerkan itu bonsai asem, seharga Rp 500 juta. Namun tidak dijual belikan oleh pemiliknya," kata Windu. 

Baca juga: Viral Keributan di Jalan Tukad Badung Denpasar, Kepala Toko Lihat Penyerang Bawa Batu hingga Pedang


Windu menambahkan, sejak 2006 para pecinta bonsai di Bali cenderung melakukan budidaya sendiri dengan teknik cangkok atau bibit.

Hal ini pun disambut baik oleh pihaknya karena dapat menjaga alam. "Kalau dulu main congkel di alam, sekarang sudah cangkok dan pembibitan sendiri," jelasnya.

Sementara Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyebut, pameran bonsai ini akan dijadikan dalam agenda tahunan untuk memeriahkan Hut Kota Singaraja.

Ia pun menargetkan jumlah peserta khususnya dari luar Bali semakin bertambah, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Sebab ia meyakini bonsai ini mampu menggerakan perekonomian sekaligus menjaga pelestarian lingkungan.

"Kalau semakin banyak penghobi yang ikut, berarti dia sekaligus menjadi pebisnis sehingga menggerakan ekonomi," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved