Berita Klungkung
Babi Mendadak Mati di Karangasem, Peternak di Klungkung Diminta Hati-hati Datangkan Ternak
Babi Mendadak Mati di Karangasem, Peternak di Klungkung Diminta Hati-hati Datangkan Ternak
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa puluhan ternak babi mati mendadak di Kabupaten Karangsem, membuat para peternak di Kabupaten Klungkung waswas.
Mengingat Klungkung merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Karangasem.
Para peternak diminta lebih berhati-hati dalam mendatangkan ternak dari luar wilayah Klungkung.
Seperti yang diungkapkan seorang peternak di Klungkung, Gede Riasa.
Menurutnya kematian babi, terutama diduga karena ASF (african swine fever) menjadi momok menakutkan baginya.
Dampak ASF dapat menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar bagi peternak. Tidak hanya jika mati, muncul isu ASF saja membuat harga ternak anjlok.
"Kalo ada isu ASF, peternak langsung rugi. tingkat kematiannya tinggi. Kalau babi sudah lemas dan tidak mau makan, kemungkinan besar mati," ungkap Gede Riasa, Selasa (26/3/2024).
Riasa mengaku masih trauma, setelah wabah ASF tahun 2010 silam.
Ia masih berusaha bangkit, setelah wabah ASF tahun 2010 yang membuatnya mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"2010 titik terendah saya jadi perternak karena ASF. Sekarang, baru berusaha bangkit punya 4 indukan. Jangankan terjangkit, baru ada isu ASF saja, harga ternak sudah anjlok. Belum lagi sekarang harga pakan sangat mahal," keluhnya.
Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengaku telah mendapatkan informasi, terkait adanya kasus kematian babi mendadak di Karangasem.
Sehingga pihaknya telah menugaskan staff untuk menyambangi beberapa peternak babi di Klungkung.
Baca juga: Kebakaran di Bekas Blok Lapas Kerobokan Bali : Saksi Sempat Cium Bau Hangus
"Kalau di Klungkung, sebenarnya tidak ada kasus kematian babi yang siginifikan. Hanya ada beberapa ternak babi yang sakit atau mati, namun jumlahnya tidak signifikan, masih dalam batas normal," ungkap Juanida.
Hanya saja karena ada banyak laporan babi mati mendadak di Karangasem, pihaknya mengingatkan peternak mulai meningatkan upaya bio security dengan memberikan desinfektan.
Terkait membatasi lalu lintas ternak, pihaknya secara administrasi formal agak sulit mengatur peternak untuk melarang lalu lintas ternak antar wilayah.
Terlebih pintu masuk setiap wilayah cukup banyak. Cukup sulit mengatur lalu lintas ternak antar kabupaten.
Hanya saja pihaknya memberikan arahan teknis ke peternak, untuk berhati-hati dan waspada mendatangkan babi terutama dari wilayah di luar Klungkung.
"Kami minta peternak lebih selektif. Hati-hati dan waspada mendatangkan babi baru ke peternakan mereka," ungkap dia.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.