Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

TKDN 38 Persen, Asus Indonesia PDKT ke Sektor Perhotelan dan Sekolah di Bali

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 38 Persen, Asus Indonesia PDKT ke Sektor Perhotelan dan Sekolah di Bali

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
istimewa
Head of Public Relations ASUS Indonesia, Muhammad Firman (kiri) dan Country Product Marketing Commercial Business ASUS Indonesia, Aldy Ramadiansyah (kanan). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Asus Indonesia ditingkatkan untuk semakin menguasai pangsa pasar Indonesia di sektor pengadaan belanja barang pemerintah, BUMN, dan swasta. 

Di tahun 2023, ASUS kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar laptop di Indonesia dengan penguasaan pasar lebih dari 40 persen.

Pencapaian tersebut juga menandakan bahwa ASUS telah menjadi pemimpin pasar laptop di Indonesia selama satu dekade berturut-turut.  
 
Kepemimpinan ASUS di pasar laptop Indonesia selama 10 tahun terakhir tidak terlepas dari kualitas produk yang terus dikembangkan dari tahun ke tahun baik dari sisi produk hingga purna jual. 

"Tahun 2023 TKDN kami 28 persen, tahun 2024 TKDN 38 persen, kami siap masuk ke sektor pemerintahan, ada dua produk yang bisa digunakan untuk project pengadaan pemerintah," ujar Country Product Marketing Commercial Business ASUS Indonesia, Aldy Ramadiansyah dalam media gathering di Denpasar, pada Sabtu 30 Maret 3034. 

Sementara itu, dikatakan Aldy,memang beberapa komponen seperti panel, memory, processor masih diimpor dari Taiwan, namun kini Asus memiliki local manufacturing di Batam untuk perakitan dengan standar global. 

Baca juga: Di Bali, ASUS Kenalkan Laptop Space Edition Yang Bisa Tahan Beroperasi di Luar Angkasa

Sedangkan untuk wilayah Bali yang merupakan wilayah Pariwisata, Aldy mengatakan menargetkan lebih banyak pasar di sektor perhotelan dan sekolah-sekolah swasta. 

"Bali target di hotel-hotel, sekolah swasta juga sudah pendekatan, kami juga bisa untuk daur ulang perangkat yang ketinggalan zaman, untuk segmen commercial bisnis, membantu pegelolaan limbah elektronik," tuturnya.

Menarik target kalangan profesional, pebisnis, dan arsitek, ASUS memperkenalkan jajaran perangkat komputasi terbaru yang didukung oleh platform Intel vPro. 

Perangkat komputasi tersebut mulai dari convertible mobile workstation pertama di dunia dengan chip grafis NVIDIA Quadro RTX yaitu ExpertBook B6 Flip, laptop bisnis dengan layar OLED yaitu ExpertBook B5 OLED, serta desktop PC minimalis ExpertCenter D9. 

“Produktivitas bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor, beberapa di antaranya adalah penggunaan perangkat komputasi yang tepat,” ujar Head of Public Relations ASUS Indonesia, Muhammad Firman.

Firman menjelaskan, Intel vPro adalah sebuah platform teknologi yang dikembangkan oleh Intel untuk meningkatkan manajemen dan keamanan pada perangkat komputer khususnya PC bisnis. 

Platform ini bukan hanya sekedar prosesor, tetapi lebih merupakan kombinasi dari fitur-fitur hardware dan teknologi yang bekerja bersama-sama untuk memberikan solusi yang lebih terintegrasi. 

Intel vPro dirancang untuk memenuhi kebutuhan IT perusahaan dalam menghadapi tantangan manajemen dan keamanan yang semakin kompleks di era digital saat ini.

"Manfaat utama dari penggunaan perangkat dengan Intel vPro adalah kemampuannya dalam manajemen jarak jauh," kata dia.

Dengan teknologi ini, tim IT dapat mengakses, memperbaiki, dan memperbarui sistem komputer tanpa harus berada di lokasi yang sama dengan perangkat tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved