Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dinas PKP Bangli Gelar Gerakan Pangan Murah

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli menggelar Gerakan Pangan Murah, Senin (1/4/2024).

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana gerakan pangan murah di alun-alun Bangli. Senin (1/4/2024) 

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Dinas PKP Bangli Gelar Gerakan Pangan Murah
 
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli menggelar Gerakan Pangan Murah, Senin (1/4/2024).

Kegiatan tersebut dipusatkan di alun-alun Bangli. 

Baca juga: Desa di Bangli Pertanyakan Pencairan ADD, Pencairan Molor Sampai Bulan Maret

Kepalas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga harga pangan tetap stabil, utamanya menjelang hari besar keagamaan.

Dalam hal ini hari raya Idul Fitri. 

"Selain itu juga untuk menekan inflasi daerah dan juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan harian, serta memastikan pasokan dan stabilitas harga pangan pokok."

Baca juga: Belasan Ribu Ayam Mati Akibat Kebakaran Kandang di Bangli, Kerugian Mencapai Rp 1 Miliar

"Sebab lewat kegiatan gerakan pangan murah ini, kita mempertemukan langsung antara produsen dengan konsumen. Sehingga harga yang ditawarkan merupakan harga produsen yang lebih murah," katanya. 

Lanjut Sarma, gerakan ini dilakukan secara serentak di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Bangli.

Ini menjadi bukti nyata peran aktif Pemerintah Kabupaten Bangli dalam menjaga ketahanan pangan, serta memastikan akses yang adil dan terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya besar keagamaan. 

Baca juga: Wakapolsek Bangli Bersama Anggota Ngaturang Atos Bakti Di Pura Manik Tirta Bangli

"Untuk pusat kegiatan dipusatkan di Kompleks Gudang Bulog DKI. Sementara di Kabupaten Bangli, kita pusatkan di Alun-Alun Kota Bangli," imbuhnya.

Kadis asal Desa/Kecamatan Tembuku itu menambahkan, kegiatan ini diikuti 10 pedagang.

Setidaknya ada 28 komoditas pertanian yang dijual. Meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai, sayuran, hingga buah-buahan.

"Selain itu, juga dijual berbagai olahan pangan. Seperti keripik bawang, loloh cemcem, loloh kunyit, jajan Bali dan kopi bubuk. Total transaksi dalam kegiatan ini mencapai Rp41 juta lebih," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved