Berita Tabanan
BPOM Denpasar Sidak Takjil Di Tabanan Nihil Ditemukan Bahan Berbahaya
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar menggelar inspeksi mendadak dengan koordinator BPOM Tabanan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar menggelar inspeksi mendadak dengan koordinator BPOM Tabanan.
Sidak ini dengan memeriksa takjil makanan di Masjid Agung Tabanan dan Masjid Raya Kediri.
Dari dua tempat itu tidak ada ditemukan sampel makanan yang mengandung zat berbahaya.
Pantauan Tribun Bali di lapangan, ada sekitar lima petugas BPOM Denpasar dan Tabanan yang membeli sebanyak 17 sampel makanan.
Makanan ringan untuk takjil. Kemudian, petugas membawa makanan itu menuju ke mobil untuk langaung dilakukan tes.
Selama lima belas menit tes dilakukan dengan pemeriksaan melalui rapid tes. Dan hasilnya tidak ditemukan kadungan berbahaya.
Kepala Balai Pom Denpasar, I Gusti Ayu Adi Aryapatni mengatakan, bahwa untuk khusus Tabanan, pihaknya ada 22 sampel yang sudah diambil.
Yakni di Kediri lima sampel dan masjid agung tabanan 17 sampel. Dan semuanya tidak ada bahan berbahaya.
Dimana seluruh sampel yang diambil untuk dicek adalah sampel yang pihaknya curigai.
Baca juga: Bandara Ngurah Rai Buka Posko Angkutan Udara Idul Fitri 1445H, 1.381 Personel Disiagakan
Dengan kata lain, dahulunya apa yang dijual itu hasilnya tidak memenuhi syarat. Atau penyalahgunaan terhadap bahan-bahan berbahaya.
“Kita tidak temukan adanya borak, formalin, adanya rhodamin b, adanya meranilelo. Jadi seperti itu,” ucapnya, Kamis 4 April 2024.
Kegiatan ini, sambungnya, akan dilaksanakan hingga 18 April mendatang. Dan menjelang Idul Fitri 2024 maka untuk Parsel.
Pihaknya melakukan imbauan untuk memeriksa bungkusan, sebagai langka preemtif. Terutama pihaknya menginbau kepada penjual.
Dimana secara rutin mengimbau bahwa supaya menggunakan produk sesuai ketentuan dan sesuai ijin edar.
“Kami juga meminta supaya membuat jaminan garansi yang ditempelkan. Dan bisa mengetahui siapa yang menbuat. Sehingga bisa komplain. Dan inu merupakan langkah perlindungan konsumen,” bebernya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-BPOM-memeriksa-makanan-takjil-yang-dibeli-sebelumnya-di-penjual-makanan.jpg)