Berita Jembrana
Proyek Revitalisasi Pasar Umum Negara Diklaim Hampir 50 Persen
Proyek Revitalisasi Pasar Umum Negara Diklaim Hampir 50 Persen, Target Selesai Sesuai Jadwal di Juni 2024
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Aktivitas di proyek pembangunan atau revitalisasi Pasar Umum Negara, Jembrana terus berjalan, Minggu 7 April 2024.
Proyek bernilai ratusan Miliar ini diklaim hampir mendekati 50 persen. Sehingga target penyelesaian di pertengahan tahun 2024 ini diklaim tercapai.
Namun begitu, hari raya beruntung mengakibatkan proyek terkendala material atau bahan bangunan.
"Kendalanya kemarin memang pada bahan dan peralatannya. Karena memang terjadi hari raya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta saat dikonfirmasi, Minggu 7 April 2024.
Dia menjelaskan, meskipun terkendala bahan dan peralatan selama tuntutan hari raya tersebut, pengerjaan akan dikejar setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang ini.
Sebab, target penyelesaian masih tetap harus selesai pada bulan Juni mendatang.
Mengingat jika tidak selesai, tentunya pelaksanan akan didenda dengan biaya yang sangat tinggi.
"Prosentase pengerjaan proyek sudah mendekati 50 persen," sebutnya.
Menurutnya, dengan sisa waktu sekitar dua bulan lagi, pengerjaan akan selesai sesuai target.
Baca juga: Aktifasi IKD di Bangli Masih Sangat Jauh Dari Target, Hingga Kini Baru Terealisasi 3 Persen
Dengan catatan, bahan, peralatan serta tenaga kerja tidak molor pelaksanaanya.
Karena selama ini pengerjaan yang paling lama adalah pada struktur bangunan.
"Seluruh gedung sudah mulai dikerjakan dan nantinya akan terhubung satu sama lain setelah lantai dua selesai," tegasnya.
"Rencana launching akhir Juni atau awal Juli. Yang jelas sebelum pelantikan Presiden sudah launching," tandasnya.
Untuk diketahui, proyek revitalisasi Pasar Umum Negara di Jembrana ini dikerjakan oleh PT. Adhi Persada Gedung (APG).
Proyek sudah dikerjakan sejak akhir tahun 2023 dengan anggara Rp138 Miliar lebih.
Selama proyek ini berlangsung, para pedagang terpaksa di relokasi ke Pasar Ijogading Jembrana dan areal tempat relokasi di belakangan Kantor Bupati Jembrana.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Jembrana-I-Nengah-Tamba-bersama-tamunya-saat-meninjau-gedung-proyek-pembangunan.jpg)