Berita Klungkung
Belum Ada Lapangan Sepak Bola Standar Kompetisi di Klungkung, KONI Gagas Hal Ini
KONI Klungkung sejak lama telah merencanalan pembangunan kawasan olahraga yang representatif dan terintegrasi
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kabupaten Klungkung, Bali selama ini belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
Bahkan selama ini belum ada lapangan sepak bola di Klungkung yang standar turnamen.
Hal ini membuat KONI Kabupaten Klungkung menyusun perencanaan untuk membangun kawasan olahaga yang representatif dan terintegrasi.
Ketua KONI Kabupaten Klungkung, I Wayan Subamia mengatakan, selama ini sarana dan prasarana olahraga di Klungkung masih belum memadai.
Baca juga: Pemkot Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Lapangan Niti Mandala
Termasuk di GOR Swecapura Gelgel yang selama ini menjadi kawasan olahraga di Klungkung.
"Contoh saja di Kabupaten Klungkung belum ada lapangan sepak bola yang standar kompetisi. Demikian juga atletik, kalau atlet latihan lari 100 meter di GOR (Swecapura) harus bongkar pagar dulu," ujar Wayan Subamia, Jumat 26 April 2024.
Dengan kondisi itu, KONI Klungkung sejak lama telah merencanalan pembangunan kawasan olahraga yang representatif dan terintegrasi dengan merevitalisasi kawasan GOR Swecapura.
"Secara nilai bangunan, GOR Swecapura seharusnya rehab berat. Namun mending direposisi untuk membuat kawasan olahraga yang representatif dan terintegrasi," jelas Subamia.
Representatif maksudnya lapangan olahraga yang sesuai dengan standart untuk kompetisi maupun latihan.
Terintegrasi yakni membuat kawasan untuk olahraga, rekreasi, sekaligus edukasi.
"Dalam perencanaan kami, kawasan GOR Swecapura yang memiliki luas sekitar 2,5 hektar cukup untuk membuat kawasan olahraga yang representatif dan terintegrasi," jelasnya.
Menurutnya KONI Klungkung sudah merencanakan hal tersebut sejak 8 tahun lalu.
Bahkan KONI Klungkung telah memiliki design dan layout dari kawasan olahraga tersebut.
Menurut Subamia, untuk mewujudkan kawasan olahraga yang representatif dan terintegrasi di GOR Swecapura menelan anggaran sekitar Rp 70 miliar.
"Perencanaan sudah ada, tinggal menunggu anggarannya dari pemerintah. Selama lama kami ajukan rencana ini, sudah tiga kali pengajuan tapi belum dianggarkan," jelas Subamia. (mit)
Kumpulan Artikel Klungkung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Belum-Ada-Lapangan-Sepak-Bola-Standar-Kompetisi-di-Klungkung.jpg)