Berita Gianyar
Hari buruh, Polres Gianyar siagakan personil. Buruh: Kami masih kerja buat makan
1 Mei, atau yang dikenal sebagai May Day, diperingati sebagai Hari Buruh.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - 1 Mei, atau yang dikenal sebagai May Day, diperingati sebagai Hari Buruh.
Pada hari ini, biasanya terjadi aksi unjuk rasa dari organisasi buruh di seluruh Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya pekerja atau buruh yang belum menerima hak-hak mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Beberapa masalah yang kerap dihadapi antara lain gaji yang tidak sesuai atau di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), sistem kerja yang berlebihan, kesulitan dalam mengambil cuti, dan lain sebagainya yang mengakibatkan kehidupan buruh menjadi sengsara dan hidup dalam garis kemiskinan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unjuk rasa dari kaum buruh di Kabupaten Gianyar, aparat kepolisian dari Polres Gianyar telah disiagakan di beberapa titik.
Namun, hingga saat ini, situasi di Kabupaten Gianyar, Bali, terbilang kondusif dan tidak terlihat adanya gerakan dari kaum buruh.
Baca juga: Hari Buruh 1 Mei 2024, Polda Bali Terjunkan Ratusan Personel Amankan Kegiatan Unjuk Rasa
Baca juga: 840 Personel Polri Dikerahkan saat Hari Buruh di Denpasar, Amankan Aksi AMP hingga FSPM
Wakapolres Gianyar, Kompol Yusak Agustinus Sooai mengatakan, pihaknya telah menggelar apel pagi, untuk persiapan pengamanan peringatan Hari Buruh.
Wakapolres Gianyar, Kompol Yusak Agustinus Sooai, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan apel pagi sebagai persiapan pengamanan peringatan Hari Buruh.
"Personel juga telah disiagakan, mereka akan melaksanakan pengamanan mulai dari pukul 14.00 WITA hingga 21.00 WITA," ujar Yusak.
Berdasarkan laporan dari anggotanya di lapangan, sampai saat ini, tidak ada kegiatan unjuk rasa di wilayah hukum Kabupaten Gianyar.
"Meskipun begitu, kita tetap waspada untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kegiatan dari masyarakat, atau permintaan tambahan personel dari atasan untuk melaksanakan pengamanan," tambah Yusak.
Dari pantauan Tribun Bali di lapangan, para buruh di Kabupaten Gianyar nampaknya tidak merayakan Hari Buruh.
Mereka terlihat tetap bekerja, berjemur di bawah teriknya sinar matahari demi sesuap nasi.
Bagi mereka, kalender merah hanyalah sebuah hiasan dinding baru.
Yang menikmati libur hanyalah pegawai instansi pemerintah dan para bos mereka.
"Kami rakyat kecil, kalau tidak bekerja bagaimana bisa makan, mas. Kami buruh kecil, tidak pernah libur, bahkan saat Hari Buruh sekalipun. Jangankan untuk naik gaji, libur saja sulit," ujar Mas Asep, seorang buruh servis lemari kaca.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.