Berita Badung
Pembangunan Fisik Ibu Kota Mangupura Dirancang, Sekda: Kalau Bisa Jadi Kota Berbasis Teknologi
pembangunan ibu kota Mangupura secara fisik pun sudah mulai dirancang pemerintah setempat
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Sampai saat ini Kabupaten Badung, Bali belum memiliki ibu kota.
Bahkan penataan kota sama sekali tidak terlihat di Badung, seperti taman kota, lapangan dan yang lainnya.
Kendati demikian, pembangunan ibu kota Mangupura secara fisik pun sudah mulai dirancang pemerintah setempat.
Bahkan Kota Mangupura akan dibangun untuk menumbuhkan perekonomian di Gumi Keris.
Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I Wayan Adi Arnawa saat ditemui Tribun Bali mengakui jika ke depan pembangunan secara fisik ibu kota Mangupura itu perlu dilakukan.
Baca juga: Malam Buka Puasa Harlah Muslimat Ke-78, Sekda Adi Arnawa Ajak Muslimat Jaga Toleransi Beragama
Mengingat selama ini sering menyebutkan ibu kota Mangupura, namun Ibu kotanya secara fisik tidak ada.
“Selama ini kita kan selalu berpikir bahwa ibu kota Mangupura, namun di mana ibu kota itu? Memang di dalam Peraturan Pemerintah nomor 67 pada tanggal 16 November 2009 itu ada. Tapi dimana fisiknya dimana? Maka ini tantangan kita ke depan,” ujarnya.
Birokrat asal Pecatu Kuta Selatan itu mengatakan Badung harus segera membangun ibu kota, mengingat di wilayah ibu kota ke depan akan muncul sentra-sentra ekonomi yang baru.
Bahkan semua itu juga dalam rangka mengimplementasikan atau mewujudkan pemerataan pembangunan Badung Utara, Selatan maupun Badung Tengah.
“Cara melakukan pemerataan pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, caranya harus membangun ibu kota secara fisik,” ucapnya.
Pihaknya pun memastikan, ke depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Badung juga akan mendukung pembangunan ibu kota tersebut.
Diakui pada ibu kota itu nantinya akan ada pusat pemerintahan, ada pusat kota yang berbasis lingkungan, teknologi, dengan penataan utilitasnya.
“Mungkin semua harus dirancang, mungkin di ibu kota yang akan kita bangun tidak ada kabel-kabel di atas lagi, dan berbasis teknologi. Ini yang coba kita rancang ke depan, sehingga Badung dengan celah fiskal yang memadai ini benar-benar bisa membuktikan kepada masyarakat adanya pemerataan,” bebernya.
Pembangunan ibu kota pun diharapkan memunculkan kota baru, sehingga ekonomi di Badung Utara, Selatan dan Tengah berjalan dengan baik.
Untuk di Utara sendiri, kata mantan Kepala Bapenda itu, akan didorong untuk menjadi wilayah Agro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Badung-Masih-Ada-Permukiman-Kumuh-Sekda-Sebut-Perlu-Penataan.jpg)