Bisnis
BPS Catatkan Bali Alami Inflasi 4,02 Persen, Disebabkan Harga Komoditas Naik
Hal tersebut dibeberkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. BPS Bali mencatat pada April 2024 secara year on year (yoy), Inflasi tertinggi terc
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, Bali - Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 4,02 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2022=100) sebesar 107,28.
Hal tersebut dibeberkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.
BPS Bali mencatat pada April 2024 secara year on year (yoy), inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 4,42 persen dengan IHK sebesar 109,67.
Dan inflasi terendah tercatat di Singaraja sebesar 3,69 persen dengan IHK sebesar 106,99.
“Jadi secara year on year, inflasi Bali tercatat sebesar 4,02 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bali, Endang Retno Sri Subiyandani, Jumat 3 Mei 2024.
Baca juga: BPD Bali Permudah Kepemilikan Sepeda Motor Listrik ALVA Bagi ASN, Simak Beritanya
Endang menambahkan, inflasi tahunan (yoy) terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada sembilan kelompok pengeluaran.
Di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau naik setinggi 9,89 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki setinggi 1,44 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga setinggi 0,12 persen.
Kelompok kesehatan setinggi 1,99 persen. Kelompok transportasi setinggi 0,73 persen.
“Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya setinggi 2,38 persen. Kelompok pendidikan setinggi 3,24 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran setinggi 3,65 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 2,35 persen,” sebutnya.
Baca juga: PDIP Pastikan Ketut Sudarsana Jabat Ketua DPRD Gianyar, 3 Periode Anggota Dewan Juga Pengurus Partai
Sementara itu, dua kelompok tercatat mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sedalam 0,19 persen.
Dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sedalam 0,02 persen.
Secara bulanan (month to month/mtm), Provinsi Bali tercatat mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Sementara secara year to date (ytd), tercatat inflasi sebesar 1,78 persen. (*)
| DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026 |
|
|---|
| BALÉ Bagi Kenyamanan Wisata di Bali, BTN Ekspansif Dorong untuk Permudah Transaksi |
|
|---|
| TEKANAN Inflasi Global & Volatilitas Pasar Keuangan, OJK Catat Stabilitas Sektor Keuangan Masih Aman |
|
|---|
| LPS Datangi Kampus UNR Bareng OJK dan IDX, Bahas Investasi, Agar Mahasiswa Melek Literasi Keuangan! |
|
|---|
| UMKM Tak Hanya Penopang Ekonomi Tapi Penjaga Budaya Juga, BI Bali Lagi Buat Jagadhita VII Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/11-Arti-Mimpi-Koin-Kehidupan-Pernikahan-Akan-Berwarna.jpg)