Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Air Meluap Hingga Pedestrian Pantai Kuta, Tinggi Gelombang Laut Capai 3 Meter!

Dampak gelombang tinggi ini pasir-pasir pantai berserakan ke jalur pedestrian dan batu-batu penahan di bibir pantai bergeser mengakibatkan abrasi.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
GELOMBANG TINGGI - Tangkapan layar video rekaman CCTV fenomena gelombang tinggi di Pantai Kuta Badung yang meluap hingga ke jalur walkway pedestrian, Rabu (5/6). 

TRIBUN-BALI.COM - Viral di media sosial unggahan video detik-detik air laut meluap, akibat arus pasang di Pantai Kuta Badung dan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri.

Unggahan video tersebut ditulis dengan caption: “GELOMBANG PASANG TINGGI! Terekam cctv pagi ini (Rabu/5/6), air pasang tinggi Pantai Kuta masuk ke areal parkir kantor Satgas Pantai Kuta! terlihat dalam rekaman CCTV, Hal ini sebabkan pedagang dan pengunjung pantai Kuta sontak menghindari deburan gelombang pasang. Keep safety jika liburan di Pantai ya!”

Di konfirmasi kepada pihak pengelola Pantai Kuta, Asisten Manager Pengelola Pantai Kuta, Arya Arimbawa membenarkan video yang viral tersebut memang baru terjadi.

“Kalau hari ini tinggi gelombang sekitar 2,8 meter hingga 3 meter dan itu sudah meluap ke bibir pantai. Gelombang tinggi ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu dan akan masih berlangsung empat hingga lima hari kedepan,” ujar Arimbawa, Rabu (5/6).

Baca juga: VIRAL Sebut LPG Oplosan di Mengwi Terbesar! Wayan Setiawan Beri Klarifikasi, Ada Apa?

Baca juga: LAGI! Nelayan Hilang di Perairan Uluwatu Sejak Senin, Tim SAR Lakukan Pencarian tapi Masih Nihil

Arimbawa mengimbau kepada seluruh pengunjung pantai untuk memperhatikan imbauan dan rambu larangan dari Balawista Badung mengingat gelombang saat ini lumayan tinggi bahkan meluap ke walkway pedestrian Pantai Kuta.

“Pengunjung pantai harus memperhatikan rambu-rambu larangan yang dipasang oleh pihak Balawista dan berhati-hati melihat kondisi air pasang yang terjadi masih berlangsung beberapa hari kedepan,” imbuh Arimbawa.

Ia menambahkan gelombang tinggi ini diakibatkan menjelang tilem atau bulan baru. “Penyebabnya mungkin karena bertepatan dengan hari Tilem kalau di agama Hindu,” ucapnya.

Dampak gelombang tinggi ini pasir-pasir pantai berserakan ke jalur pedestrian dan batu-batu penahan di bibir pantai bergeser mengakibatkan abrasi di Pantai Kuta kian parah.

“Kalau dampak dari fenomena yang terjadi ini pasir-pasir di pinggir pantai tergerus oleh gelombang menyebabkan abrasi, sehingga di sepanjang Pantai Kuta ini batu-batu revetment yang menjaga pasir sedikit tergeser posisinya,” papar Arimbawa.

Sebelumnya Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi tinggi gelombang laut mencapai hingga 4 meter. (zae)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved