Bisnis
Kunjungan Wisman Diperkirakan Naik, Pemerintah Bidik Devisa 22,1 Miliar Dolar AS pada 2025
Pemerintah menargetkan nilai devisa pariwisata pada tahun 2025 mencapai 22,1 miliar dolar AS, naik dari baseline tahun 2023 sebesar 14,63 miliar dolar
TRIBUN-BALI.COM - Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), pada tahun depan diperkirakan mengalami peningkatan signifikan, yang akan berkontribusi besar terhadap devisa pariwisata Indonesia.
Pemerintah menargetkan nilai devisa pariwisata pada tahun 2025 mencapai 22,1 miliar dolar AS, naik dari baseline tahun 2023 sebesar 14,63 miliar dolar AS.
Target tersebut juga lebih tinggi dibanding outlook tahun 2024 yang diproyeksikan sebesar 17,64 miliar dolar AS.
Target ambisius ini tertuang dalam dokumen Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Baca juga: KASUS Penggelapan 28 Mobil Bodong di Nusa Penida, Kabur ke Jawa & Dikejar, Polisi Fokus Pada DPO!
Baca juga: PESTA Sabu di Sidetapa, Perbekel Termuda Buleleng Pernah Rehab? Ajukan Surat Penangguhan Penahanan!
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo menegaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, kebijakan pariwisata akan difokuskan pada penguatan penerapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Untuk mendukung pencapaian target devisa, pemerintah telah merancang berbagai program. Di antaranya, memberikan insentif bagi pengembangan destinasi wisata tematik yang memiliki pasar wisatawan global.
Selain itu, pemerintah akan menerapkan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata serta mendorong pembangunan pariwisata melalui dukungan skema dan sumber pembiayaan alternatif seperti blended finance.
Angela menyampaikan dalam Rapat DPR RI pada Rabu (5/6) bahwa fokus pengembangan kepariwisataan Indonesia ke depan adalah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Dengan target devisa pariwisata sebesar 22,1 miliar dolar AS, kedepannya fokus pengembangan kepariwisataan Indonesia adalah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Angela.
Selain itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga diharapkan meningkat. Pada tahun 2025, kontribusi PDB Pariwisata ditargetkan mencapai 4,6 persen.
Pemerintah optimistis bahwa pemulihan perjalanan global akan menjadi faktor pendorong utama kinerja sektor pariwisata di tahun 2025. (kontan)
| Ketidakpastian Geopolitik & Energi Jadi Tantangan Tersendiri, Ini Kata Pakar Buat Menghadapinya |
|
|---|
| ADA Telur Anti Alergi, FKLJK Provinsi Bali Gelar Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan di Renon! |
|
|---|
| KISAH Usaha Tenun, Pesanan Meningkat, BRI Perkuat Pembiayaan Usaha Bagi Pelaku UMKM Tenun Ikat Bali! |
|
|---|
| UNTUNG Besar! Pemegang Saham Restui Buyback Rp4 Triliun & Penyegaran Dewan Komisaris, Ini Tujuannya! |
|
|---|
| TPID Bali Perkuat Sinergi untuk Pastikan Pasokan dan Harga Tetap Stabil Jelang Galungan-Kuningan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/turis-adasdsa.jpg)