PKB 2024
Sekaa Gong Batur Mahaswara Tampilkan Garapan Rasa Desa Batuan di Pesta Kesenian Bali XLVI
Dukungan Desa Adat Batuan dengan seperangkat gong kebyarnya membuat pementasan ini 100 persen rasa Batuan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar dalam parade Gong Kebyar Dewasa di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI tahun 2024 ini, diwakili oleh Sekaa Gong Batur Mahaswara, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.
Pementasan di atas panggung terbuka Ardha Candra disaksikan oleh pejabat-pejabat Pemkab Gianyar dan DPRD Gianyar, serta ribuan penonton dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali.
Pementasan seniman-seniman Batuan ini, relatif berbeda dengan sekaa seni lainnya.
Sebab dalam hal ini, mereka menonjolkan kekhasan desanya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekayaan Kabupaten Gianyar.
Baca juga: Tampil di Pesta Kesenian Bali XLVI, Sekaa Kesenian Wajib Tandatangani Pakta Integritas Sampah
Mulai dari garapan karawitan dan tarian, kostum dan pernak-perniknya, kental dengan sentuhan seni khas Desa Batuan.
Hal tersebut tak terlepas dari keterlibatan Komunitas Seni Lukis Batur Ulangun yang memberikan sentuhan khas seni lukis gaya Batuan pada kostum yang digunakan penabuh.
Komunitas Citra Kara mengukir bentuk serta pernik ukiran wastra penabuh, pakaian tari dan properti pendukung.
Komunitas Wetalika Baturan sebagai penggarap karya serta Komunitas Askara Rupa Baturan memvisualdigitalkan karya.
Dukungan Desa Adat Batuan dengan seperangkat gong kebyarnya membuat pementasan ini 100 persen rasa Batuan.
Dalam pementasan Sabtu 22 Juni 2024 malam, Sekaa Gong Batur Mahaswara yang membawakan tiga garapan, yakni Tabuh Pepanggulan “Tembang Salukar”, Tari Kekebyaran “Demung Amanggung” dan Fragmentari “Baturan Anggugat”.
Mereka berhadapan dengan duta dari Kabupaten Buleleng.
Pementasan diawali Tabuh Pepanggulan Kreasi “Tembang Salukar” yang terinspirasi dari kekayaan musikal Baturan yang diimplementasikan dalam rona entitas gending pegambuhan dan genggong, dipadukan dalam rambat modulasi serta pola cecandetan menyatu dalam relung imajiner.
Sebuah refleksi senandung estetis pegambuhan dalam romansa pangrumrum Rahadian Panji, Tembang Salukar Madu Kepasiran, Adi Semara dua dimensi selaras menuai Jana Kerthi Samasta karya seniman I Komang Winantara, S.Sn.
Dilanjutkan dengan Tari Kekebyaran “Demung Amanggung” yang merupakan bentuk tari kekebyaran.
Garapan ini terinspirasi dari daya estetik gerak tokoh Demang Tumenggung Pagambuhan Gaya Batuan yang berkarakter tegas, agung berwibawa dan terkadang lucu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.