MotoGP
2 Hari Lagi MotoGP TT Assen Belanda, Pedrosa: Mick Doohan Adalah idola dan Inspirasi Balapan ku
2 hari lagi menjelang sesi GearUP MotoGP TT Assen 2024 pada pada 27-30 Juni 2024. Pedrosa terinspirasi dari sang Idol Mick Doohan.
Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM – 2 hari lagi menjelang sesi GearUP MotoGP TT Assen 2024 pada pada Kamis, 27 Juni 2024, dilanjutkan dengan MotoGP Podcast, serta konferensi pers prabalapan yang berlangsung hingga malam hari.
Pada hari Jumat 28 Juni, latihan bebas untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP akan berlangsung sepanjang hari, memberi kesempatan bagi para pembalap untuk menguji lintasan.
Puncak acara pada hari Sabtu 29 juni, mencakup sesi kualifikasi untuk semua kelas, diakhiri dengan Sprint Tissot MotoGP yang selalu menegangkan.
Akhir pekan balap ini akan mencapai klimaksnya pada hari Minggu 30 Juni, dengan balapan MotoGP yang dijadwalkan pada pukul 20:00 WITA, diikuti oleh konferensi pers pasca balapan.
Salah satu pembalap yang sering mencuri perhatian di ajang MotoGP adalah Dani Pedrosa.
Sejak debutnya pada tahun 2006, Pedrosa dikenal dengan gaya balapnya yang khas, meskipun tidak pernah menjadi juara di kelas utama.
Dalam sebuah podcast bersama Jorge Lorenzo, Pedrosa mengungkapkan bahwa ia terinspirasi oleh idolanya, Mick Doohan, dalam teknik mengangkat motor dengan cepat.
"Idolaku selalu Mick Doohan. Dia sudah memiliki keahlian ini, tahu cara mengangkat motor. Aku menonton jutaan video tentang dia, berkali-kali," ungkap Pedrosa.
Ketika memulai di kelas 125cc, Pedrosa mengalami beberapa highside dan menyadari pentingnya mengangkat motor seperti yang dilakukan Doohan untuk menghindari jatuh.
Selain itu, Pedrosa juga dikenal dengan kemampuannya mengontrol roda depan tanpa bantuan elektronik.
Ia menjelaskan bahwa setelah keluar dari tikungan, penting untuk mengangkat motor dengan cepat namun tidak terlalu cepat agar motor tidak terangkat terlalu tinggi.
"Ini adalah kompromi antara pergantian gigi, RPM, pergantian gigi di saat yang tepat, rem belakang, dan akselerasi," kata Pedrosa.
Teknik ini membantunya menemukan titik di mana motor akan terangkat dan mengantisipasi momen tersebut.
Meskipun Pedrosa tidak pernah meraih gelar juara dunia di kelas utama, dedikasinya dalam mempelajari dan mengasah teknik balapnya menjadikannya salah satu pembalap paling dihormati di MotoGP.
Kisahnya menginspirasi banyak pembalap muda dan menunjukkan bahwa ketekunan dan perhatian pada detail bisa membuat perbedaan besar dalam karir balap.
ITDC Mulai Lakukan Persiapan Untuk MotoGP Mandalika 2025, Akan Hadirkan Sesuatu yang Baru |
![]() |
---|
Franco Morbidelli Gabung Bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team Untuk MotoGP 2025 |
![]() |
---|
Minggu Ini Jadwal Balapan Utama MotoGP Inggris, Prediksi Jadi Kemenangan Beruntun ke 5 Bagi Bagnaia |
![]() |
---|
Marquez Tidak Pernah Sekalipun Kalah dari Rekan Satu Timnya, Apakah Berlaku Dengan Bagnaia di 2025? |
![]() |
---|
Klarifikasi Nicolo Bulega saat Disrempet Marc Marquez di Tikungan Terakhir Gelaran World Ducati Week |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.