Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

MotoGP

Pandangan Marquez Pada Pembalap Muda Acosta, Martin, dan Bagnaia Mengingatkan Dirinya Di zaman Rossi

Marc Marquez terus menjadi salah satu figur utama di dunia MotoGP, ia selalu datang dengan hal-hal luar biasa sepanjang gelaran MotoGP

Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
Robert MICHAEL / AFP
Marc Marquez (Kanan) dan Valentino Rossi (Kiri) saat Training Session MotoGP Jerman Sachsenring 2018 - Pandangan Marquez Pada Pembalap Muda Acosta, Martin, dan Bagnaia Mengingatkan Dirinya Di zaman Rossi 

TRIBUN-BALI.COMMarc Marquez terus menjadi salah satu figur utama di dunia MotoGP, kategori yang ia masuki 11 tahun lalu.

Meski generasi muda membawa sesuatu yang berbeda, Marquez tetap kompetitif dan konsisten berjuang di posisi puncak ketika perlengkapannya mendukung, seperti yang terlihat dari posisinya di tempat ketiga dalam kejuaraan tahun ini.

Dalam sebuah wawancara Marquez mengungkapkan bahwa ia mengamati para rival mudanya seperti Pedro Acosta, Jorge Martín, dan Francesco Bagnaia yang menunggangi motor dengan lebih alami tanpa terlalu memikirkan teknis motor.

Ketika Marquez pertama kali bergabung dengan MotoGP pada usia 20 tahun, ia bertarung dengan nama-nama besar seperti Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi tanpa rasa takut.

Ia mengandalkan instingnya dan berhasil memenangkan balapan serta menjadi juara di tahun pertamanya.

Spirit yang sama terlihat pada Pedro Acosta yang meski masih dalam tahap pembelajaran, telah menunjukkan determinasi tinggi dan berhasil naik podium dua kali.

Kepindahan Marquez ke tim pabrikan Ducati pada tahun 2025 semakin menambah dinamika di MotoGP.

Ducati memilih Marquez untuk berpasangan dengan Francesco Bagnaia, keputusan yang membuat Enea Bastianini harus hengkang dan Jorge Martín tidak dipilih meskipun telah berjuang untuk gelar dengan tim satelit.

Baca juga: Marquez Lebih Baik Dari Lorenzo, Rossi, Bahkan Bagnaia? The Doctor: Mungkin Saat Masa Keemasannya

Baca juga: Transformasi Gemilang Marc Marquez 2024, Diterima Ducati, Top 3 Klasemen, Comeback Epik di Jerman

Ducati dihadapkan pada pilihan sulit untuk mempertahankan tiga pembalap berbakat, namun pada akhirnya hanya bisa memilih satu.

Mauro Grassilli, Direktur Olahraga Ducati, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak berhasil mempertahankan tim seperti yang diinginkan untuk tahun 2025.

Grassilli mengakui bahwa dengan menandatangani satu pembalap, Ducati kehilangan dua pembalap lainnya.

Jorge Martín kemudian memilih bergabung dengan Aprilia untuk mewujudkan impiannya menjadi pembalap tim pabrikan yang kompetitif, sementara Bastianini menerima tantangan untuk bergabung dengan tim satelit KTM, Tech3.

Kepindahan Marquez ke Ducati menandai era baru dalam karirnya dan bagi tim Ducati.

Pengalamannya yang luas dan kemampuan alaminya dalam menunggangi motor diharapkan dapat membawa kesuksesan baru bagi tim ini.

Sementara itu, keputusan ini juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan di MotoGP, di mana setiap pilihan dan langkah memiliki dampak besar terhadap karir para pembalap dan strategi tim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved