Berita Klungkung
TERPAKSA Jual Sapi Demi Air Bersih, Warga Desa Pejukutan Klungkung Kesulitan Air Bersih
Wayan Baru mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp 300 ribu untuk satu tangki
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Desa Pejukutan, Kecamatam Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menjadi wilayah yang sampai saat ini masih kesulitan air bersih. Bahkan warga setempat ada yang mengeluh sampai menjual ternak sapinya, demi membeli air bersih.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru. Ia menjelaskan, di Desa Pejukutan sampai saat ini belum tersambung layanan instalasi air bersih. Di rumah-rumah warga hanya ada cubang atau penampungan air hujan.
Jika kemarau, sering kali cubang itu kering. “Miris dan sedih di Desa Pejukutan, saya sempat terima keluhan masyarakat sampai harus jual sapi untuk beli air bersih yang sangat mahal,” ujar Wayan Baru, Jumat (26/7).
Wayan Baru mengatakan, untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp 300 ribu untuk satu tangki dengan ukuran 2.200 liter.
Baca juga: 2 Hektare Lahan Perumda Provinsi Bali di Pekutatan Terbakar! Simak Beritanya
Baca juga: SUARA Ledakan Terdengar! Villa The Amasya di Seminyak Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 12 Miliar

Mereka harus menggunakan air tersebut dengan seirit mungkin karena jika habis maka mereka harus membelinya lagi. Rata-rata dalam sebulan, setiap keluarga menghabiskan sampai 3 tangki air bersih untuk kebutuhan rumah tangga mereka.
Belum lagi saat upacara adat kebutuhan air menjadi semakin tinggi. Hal ini menyebabkan masyarakat yang hendak melaksanakan upacara adat, sampai harus menjual sapinya hanya untuk membeli air bersih.
Wayan Baru pun berharap agar masalah krisis air di Desa Pejukutan bisa segera diatasi. Mengingat air bersih ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah. “Kita sudah sampaikan masalah ini, tapi belum ada respon,” ungkap Wayan Baru.
Direktur Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa mengatakan, pihaknya mengakui sudah mengajukan Desa Pejukutan bersama Desa Tanglad dengan jumlah sambungan mencapai 1.100 titik dalam program Inpres tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Namun yang disetujui hanya 367 sambungan saja yang semuanya berada di Desa Tanglad. Hal ini disebabkan keterbatasan jaringan dan distribusi air yang hanya cukup untuk di Desa Tanglad saja Menindaklanjuti keluhan masyarakat di Desa Pejukutan, Nyoman Renin akan mengupayakan agar mendapatkan bantuan pusat untuk sambungan air bersih di wilayah Desa Pejukutan. “Kita berproses untuk usulkan lagi melalui bantuan pemerintah pusat,” ungkap Renin. (mit)
Sampan Barang Tenggelam di Kusamba, Kerugian Rp1 Miliar, BPBD Ingatkan Potensi Ombak Tinggi |
![]() |
---|
Detik-Detik Sampan Pecah di Kusamba Klungkung, Ombak Setinggi 4 M Menghantam, Sampan Pecah Jadi 2 |
![]() |
---|
DRAMATIS! Sampan Pecah Dihantam Ombak di Kusamba Klungkung, ABK Hingga Buruh Terjun ke Laut |
![]() |
---|
Sekda Klungkung Bali Lantik Pejabat Fungsional Humas, Tekankan Pentingnya Disiplin |
![]() |
---|
Waspada Demam Tinggi Disertai Ruam, 11 Kasus Suspect Campak di Klungkung Diperiksa di BLK Surabaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.