bisnis
HARGA Rumah Baru Naik 2 Persen! di Denpasar Paling Melesat
Harga rumah baru di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Denpasar menjadi salah satu kota dengan kenaikan harga tahunan tertinggi.
Permintaan rumah yang dijual turun 37,9 persen di bulan Februari 2023 dan permintaan rumah yang disewa turun 38,4 persen pada Maret 2023.
Namun memasuki tahun 2024, permintaan rumah yang dijual naik 61 persen secara tahunan, dibandingkan Februari 2023, dan rumah yang disewa naik 36,5 persen dibandingkan Maret 2023.
Jika disimpulkan, tren ini mengindikasikan permintaan rumah yang dijual dan disewa di Surakarta secara umum bergerak naik, meski terbilang fluktuatif.
Sepanjang periode Januari-Juli 2024, area paling populer dalam permintaan rumah seken di Surakarta adalah Banjarsari (35,2 persen), Jebres (30,4 persen) dan Laweyan (22,3 persen).
Sementara, Serengan dan Pasar Kliwon mencatatkan proporsi popularitas yang lebih kecil di 7,1 persen dan 4,9 persen.
Salah satunya dikarenakan Serengan dan Pasar Kliwon memiliki area yang lebih kecil dibandingkan kecamatan lainnya, sehingga mencatatkan permintaan yang lebih sedikit.
"Sementara wilayah lain, seperti Banjarsari dan Laweyan merupakan dua area yang terbilang strategis lantaran juga berlokasi paling dekat dari Bandar Udara Adi Soemarmo," kata Marisa. (kontan)
Pengembang Harapkan Penambahan Kuota
DIREKTUR PT Charson Timor Land Estate, Bobby Pitoby, menyampaikan harapannya agar kuota bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah habis dapat segera ditambah.
Data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan bahwa total realisasi penyaluran dana FLPP untuk rumah subsidi hingga 13 Juni 2024 telah mencapai 80.134 unit, mendekati 50 persen dari total kuota FLPP tahun ini yang sebanyak 166.000 unit.
Berdasarkan tren realisasi rumah subsidi pasca-pandemi, sejak 2022, rata-rata realisasi per bulan mencapai 20.034 hingga 20.818 unit.
Dengan tren tersebut, diperkirakan kuota rumah subsidi tahun 2024 akan habis pada Agustus atau September 2024 mendatang, terutama karena permintaan dan realisasi FLPP biasanya meningkat di semester kedua.
Pitoby, yang juga menjabat sebagai Ketua Apindo NTT, mengungkapkan bahwa meskipun sektor properti di NTT menunjukkan perkembangan positif, laju pertumbuhannya masih lambat akibat daya beli masyarakat yang rendah.
"Pertumbuhan properti di NTT memang bagus, namun masih perlahan karena daya beli masyarakat yang rendah. Oleh karena itu, kami fokus pada rumah subsidi, sementara penyerapan untuk rumah komersial sangat kecil," ujar Pitoby.
Ia menjelaskan bahwa program FLPP menawarkan bantuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, dengan bunga sebesar 5 persen dan uang muka hanya Rp 1 juta. Untuk zona 9, yang mencakup Bali, NTB, dan NTT, harga rumah subsidi ditetapkan sebesar Rp 185 juta per unit.
| OJK Terus Gencarkan Literasi, Inklusi dan Pelindungan Konsumen, Simak Ini Programnya di Bali |
|
|---|
| JUMLAH Investor Pasar Modal di Bali Tumbuh, Piutang Perusahaan Pembiayaan Posisi Maret Rp12,06 T |
|
|---|
| KREDIT Bermasalah di Bali 2,56 persen, OJK Sebut Masih Aman, Simak Penjelasannya! |
|
|---|
| TENSI Geopolitik Masih Panas, Bank Indonesia Sebut TPID Terus Sinergi Jaga Inflasi & Harga di Bali |
|
|---|
| BANK Mandiri Region XI/Bali &Nusa Tenggara Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor Secara Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/cdgnbghfnjghmnj.jpg)