Berita Bali
Pengendalian Rabies Makin Susah! Pembelian Vaksin dan Operasional Tambah Besar
Kata Rentin, selain masalah pendanaan masih adanya kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan yang belum memahami bahaya rabies juga menjadi tantang
TRIBUN-BALI.COM - Tantangan pengendalian rabies dalam dua tahun ke depan akan semakin berat. Untuk itu Pemprov Bali perlu melakukan alokasi dana penanganan dan pengendalian untuk 2025.
Sekretaris Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis Penyakit Infeksi Baru (PIB) Bali I Made Rentin mengatakan ketersediaan vaksin dan biaya operasional pengendalian di hulu makin besar.
"Selain itu, perlu advokasi kepada pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan peran serta dalam pengendalian rabies," ujarnya dalam rapat evaluasi di Denpasar, Rabu (28/8).
Kata Rentin, selain masalah pendanaan masih adanya kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan yang belum memahami bahaya rabies juga menjadi tantangan.
Baca juga: HIV di Bali Tercatat 30.366 Kasus! KPA Pertemukan Para Konselor Tingkatkan Layanan
Baca juga: Lebih Rendah dari Pertumbuhan Ekonomi! Konsumsi Rumah Tangga Ditargetkan 5 Persen di 2025
“Sebaran kasus rabies pada hewan juga semakin merata, kasus gigitan hewan penular rabies di objek wisata juga sering ditemui salah satunya adalah kera,” ujarnya.
Tim koordinasi sudah melakukan beberapa upaya seperti pengawasan dan evaluasi pencatatan dan pelaporan kasus rabies, pemantauan ke destinasi wisata terkait manajemen dan tata laksana kasus gigitan, serta kaji banding ke wilayah dengan implementasi praktik baik.
Pemprov Bali juga sudah memberikan suntikan vaksin anti rabies (VAR) dengan tahun ini terbanyak diberikan di Kabupaten Buleleng sebesar 7.674 vial, disusul Kota Denpasar sebanyak 7.583 vial dan Kabupaten Badung sebanyak 6.557 vial.
Meski sudah memberikan 54.521 vaksin rabies, Rentin menyebut jumlah gigitan hewan penular rabies tahun ini masih tinggi yaitu 34.809 kasus. Dari jumlah tersebut diketahui yang positif rabies mencapai 263 kasus dan kematian mencapai empat orang.
Jumlah ini memang menurun dibanding 2024 yang sebanyak 72.782 kasus dengan kasus positif mencapai 635 dan kematian sembilan orang, namun telah terjadi distribusi penyakit anjing gila atau lyssa. (*)
IESR dan Pemprov Bali Resmikan Empat PLTS di Tiga Desa, Total Kapasitas 15,37 kWp |
![]() |
---|
BERKAS 22 Tersangka Kasus Penganiayaan Prada Lucky Diserahkan ke Oditurat Militer |
![]() |
---|
MEMANAS! Massa Aksi di Polda Bali Tidak Kondusif, Lempari Batu dan Merusak Fasilitas |
![]() |
---|
Di Tengah Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Polda Bali Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba |
![]() |
---|
4 Nyawa Melayang Dalam Gejolak Demonstrasi, Polda Bali Ajak Jaga Kondusifitas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.