Hari Raya Galungan
Sejarah dan Makna Hari Raya Galungan Besok 17 Juni 2026, Simak Ulasannya!
Berikut adalah Sejarah dan Makna Hari Raya Galungan Besok 17 Juni 2026, Simak Ulasannya!
TRIBUN-BALI.COM - Hari Raya Galungan sebentar lagi tepatnya akan berlangsung besok, 17 Juni 2026.
Rerahinan ini dirayakan setiap 6 bulan sekali.
Dikutip dari website Kemenkeu, kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "bertarung".
Di Bali, Galungan juga dikenal dengan istilah 'dungulan', yang berarti "menang".
Meskipun terdapat perbedaan penyebutan antara Wuku Galungan di Jawa dan Wuku Dungulan di Bali, keduanya merujuk pada makna yang sama, yaitu wuku (periode waktu dalam kalender Bali) kesebelas yang penuh dengan energi kemenangan.
Pada hari perayaan ini, umat Hindu di Bali menghias rumah mereka dengan Penjor, yaitu hiasan bambu yang melengkung dan dihiasi dengan berbagai simbol keagamaan.
Penjor dipasang di tepi jalan di depan setiap rumah sebagai persembahan dan wujud penghormatan kepada Bhatara Mahadewa.
Selain itu, berbagai upacara dan persembahan dilakukan di pura dan rumah sebagai bentuk syukur dan permohonan berkah.
Hari raya ini merupakan simbol kemenangan kebaikan melawan kejahatan.
Umat Hindu melakukan persembahyangan di rumah, pura keluarga, hingga pura kahyangan tiga.
Hari Raya Galungan juga dipercaya sebagai momentum turunnya leluhur ke dunia untuk mengunjungi keturunannya.
Keesokan harinya, 18 Juni 2026, umat Hindu merayakan hari Manis Galungan.
Hari ini biasanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, mengunjungi keluarga, dan rekreasi bersama.
Rangkaian suci pun tidak berhenti di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-sembahyangjuni.jpg)