Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

Harga Babi Naik Jelang Galungan! Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga 4 Bulan Mendatang

Sementara untuk stok Beras Premium sekitar 600 ton dengan harga Rp 72.500 per 5 kg. "Saya dapat mengatakan stok beras untuk empat bulan ke depan

Tayang:
ISTIMEWA
PANTAU BERAS - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar memantau stok beras di Gudang Bulog Sempidi Badung, Rabu (18/9). Hasil pemantauan, stok beras cukup hingga 4 bulan mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM - Jelang hari raya Galungan, harga babi hidup di Denpasar naik. Kenaikan harga ini terjadi seiring naiknya permintaan babi yang dikirim ke luar pulau Bali.  Saat ini harga babi hidup di Denpasar Rp 50 ribu per kg.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, Anak Agung Bayu Brahmasta, Rabu (18/9). Menurutnya, harga normal babi hidup yakni Rp 35 ribu per kilogram. "Sejak satu bulan ini, harga daging babi hidup mencapai Rp 50 ribu per kg.

Harga tersebut diprediksi akan bertahan hingga menjelang hari raya Galungan. Tak hanya babi hidup, harga daging babi juga mengalami kenaikan, dari normalnya Rp 70 ribu ini sudah Rp 90 ribu per kg.

Sementara itu, untuk stok babi menjelang hari raya Galungan di Denpasar masih cukup. Dan menurutnya, pemotongan babi jelang Galungan dipastikan akan meningkat 20 persen.

Dimana hari biasa hanya memotong 250-300 ekor per hari. Pemotongan meningkat karena pengaruh perekonomian masyarakat yang sudah mulai membaik dari sebelumnya.

Baca juga: 226 Pelamar Tidak Penuhi Syarat, Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen CPNS Tahun 2024

Baca juga: Upaya Stabilkan Harga Pangan Jelang Galungan, Dinas Pertanian Buleleng Gelar Pasar Tani

PANTAU BERAS - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar memantau stok beras di Gudang Bulog Sempidi Badung, Rabu (18/9). Hasil pemantauan, stok beras cukup hingga 4 bulan mendatang.
PANTAU BERAS - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar memantau stok beras di Gudang Bulog Sempidi Badung, Rabu (18/9). Hasil pemantauan, stok beras cukup hingga 4 bulan mendatang. (ISTIMEWA)

"Kami prediksi 20 persen peningkatan pemotongannya. Karena kami lihat perekonomian masyarakat juga sudah mulai membaik. Jadi banyak yang membeli babi dan melakukan pemotongan khususnya di Rumah Potong Hewan (RPH)," imbuhnya.

Gung Bayu mengatakan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya menyiagakan 18 petugas, termasuk dokter hewan pemeriksa kesehatan hewan untuk seluruh pasar yang ada di Denpasar. Mereka akan mulai bertugas memeriksa kesehatan hewan dan daging, Jumat (20/9) hingga Selasa (24/9).

Sementara itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar memantau stok beras di Gudang Bulog Sempidi Badung, Rabu (18/9), dilakukan terutama untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pasar).

Dari hasil pemantauan, stok beras dinyatakan aman hingga 4 bulan ke depan. Saat ini, beras SPHP berasal dari Vietnam untuk memenuhi kebutuhan di pasaran. Dan pengadaan beras juga masih dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, harga beras saat ini masih stabil. Untuk beras SPHP Rp 12.500 per kg dan beras premium Rp 16.500 per kg.

Ia menambahkan, penyaluran Beras SPHP di pasar tradisional lancar dan ketersediaan tercukupi. "Kami rutin memantau ke pasar-pasar dan semua pasar terpenuhi untuk beras SPHP," katanya.

Asisten Manajer Pelayanan Publik Bulog Bali, Dewa Ayu Widiastuti mengatakan, stok beras Bulog di Gudang Bulog Sempidi sebanyak 1.000 ton lebih dengan harga beras Rp 11.000 per kg sudah tercukupi sampai empat bulan kedepan.

Sementara untuk stok Beras Premium sekitar 600 ton dengan harga Rp 72.500 per 5 kg. "Saya dapat mengatakan stok beras untuk empat bulan ke depan sangat aman. Jadi stok beras tercukupi saat Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan nanti," jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik melakukan pembelian atau khawatir kurangnya ketersediaan beras, khususnya di Kota Denpasar. Hal ini lantaran stok beras relatif masih aman untuk empat bulan kedepan atau sampai akhir tahun.

"Bulog juga terus berkoordinasi dengan TPID Kota Denpasar mendistribusikan beras untuk dikirim ke Pasar Murah dan Bazar Pangan untuk menjamin ketersediaan di tengah masyarakat di Kota Denpasar," katanya. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved