bisnis
Upaya Stabilkan Harga Pangan Jelang Galungan, Dinas Pertanian Buleleng Gelar Pasar Tani
Sebab menurut Melandrat, yang masih menjadi kendala saat ini adalah keberadaan tengkulak. Yang mana sering memainkan harga jelang hari raya keagamaan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng menggelar pasar tani pada Rabu (18/9). Kegiatan ini serangkaian peringatan Hari Tani Nasional ke-64 dan menyambut Hari Raya Galungan.
Beragam produk dihadirkan pada kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Distan Buleleng ini. Mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga bumbu dapur.
Tak hanya itu, produk olahan khas Buleleng juga tampak dijajakan. Seperti tuak manis, gula merah, kopi bubuk, dan berbagai jenis cemilan.
Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat mengungkapkan, kegiatan pasar tani ini merupakan upaya Pemkab Buleleng dalam mengstabilkan harga pangan, terutama jelang hari raya Galungan.
Baca juga: 226 Pelamar Tidak Penuhi Syarat, Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen CPNS Tahun 2024
Baca juga: Midea Luncurkan AC Inverter Setengah PK dan Luaskan Jaringan Penjualan di Denpasar
Caranya adalah langsung mempertemukan petani sebagai tangan pertama, dengan masyarakat sebagai konsumen.
Sebab menurut Melandrat, yang masih menjadi kendala saat ini adalah keberadaan tengkulak. Yang mana sering memainkan harga jelang hari raya keagamaan.
“Jangan sampai petani kita jual Rp 20 ribu, terus sampai ke konsumen sudah Rp 50 ribu. Karenanya pasar tani ini merupakan momentum yang tepat.
Satu sisi petani mendapatkan untung karena produknya cepat diserap masyarakat, di sisi masyarakat juga mendapatkan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Melandrat menambahkan, kualitas sayur dan buah lokal Buleleng saat ini tidak kalah dengan kualitasnya, jika dibandingkan buah impor yang beredar di masyarakat.
Apalagi Pemerintah Provinsi Bali sudah mengatur penggunaan buah lokal dalam Peraturan Daerah (Perda).
Pihaknya pun secara khusus sudah melakukan pendampingan terhadap para petani yang menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.
“Pemerintah harus selalu ada komunikasi yang baik dengan para petani. Di samping itu juga untuk memastikan konsumen yakin produk lokal lebih murah, tidak kalah kualitas dan mampu dibeli semua kalangan,” tandas dia. (mer)
Hadirkan Band Juicy Luicy, PLN Dukung Penyelenggaraan Bali EV Festival 2025 |
![]() |
---|
SIAPKAN Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung, Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW |
![]() |
---|
TAX Ratio Diprediksi Hanya 15,01 Persen dari PDB, Target Tax Ratio Masih Jauh dari Harapan |
![]() |
---|
POTENSI Transaksi Produk Makanan Olahan Rp221 Miliar di India |
![]() |
---|
Penggerak Ekosistem Digital, 1 Dekade Batic 2025, Jawab Tantangan Transformasi Digital dan AI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.