BIAS 2024

Pesawat Angkut Militer Jerman Airbus A400M di BIAS 2024, Neptunus Aerobatic Team Hias Langit Bali!

Rajawali Laut Flight Puspenerbal yang terdiri atas 5 pesawat Beechcraft G-36 Bonanza mengudara menyapa masyarakat Bali dan pengunjung BIAS.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
MILIK JERMAN - Airbus A400M milik Angkatan Udara Jerman yang turut hadir pada static display aircraft di Bali International Airshow 2024, Jumat (20/9). Inzert: Penampilan dari Neptunus Aerobatic Team, kemarin.  

TRIBUN-BALI.COM  - Penyelenggaraan Bali International Airshow (BIAS) 2024, Jumat (20/9), memasuki hari ketiga yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti dialog, static display aircraft dan exhibition atau pameran serta flying display.

Flying display di hari ketiga kali ini terdapat penampilan spesial dari Lockheed Martin F-35 Lightning II milik Royal Australian Air Force atau RAAF pada pukul 09.30 hingga 09.50 WITA.

Pada pukul 10.30 hingga 10.50 WITA, giliran Jupiter Aerobatic Team atau JAT dari TNI AU menampilkan atraksi terbaiknya di langit sekitaran Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca juga: SAMBUT Diskon Gajian! Cek Harga Minyak Goreng 20-25 September 2024 di Promo JSM Superindo Alfamart

Baca juga: JELANG Galungan dan Kuningan, Pemkab Badung Atensi Harga Naik, Gerakan Pangan Murah di Gianyar

Penyelenggaraan Bali International Airshow (BIAS) 2024, Jumat (20/9), memasuki hari ketiga yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti dialog, static display aircraft dan exhibition atau pameran serta flying display.
Penyelenggaraan Bali International Airshow (BIAS) 2024, Jumat (20/9), memasuki hari ketiga yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti dialog, static display aircraft dan exhibition atau pameran serta flying display. ((Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin))

Kemudian flying display terakhir diisi atraksi dari Neptunus Aerobatic Team dari TNI AL dimulai pukul 15.30 hingga 15.50 WITA.

Rajawali Laut Flight Puspenerbal yang terdiri atas 5 pesawat Beechcraft G-36 Bonanza mengudara menyapa masyarakat Bali dan pengunjung BIAS.

Penampilan Neptunus Aerobatic Team ini membuat kagum semua yang hadir dan mendokumentasikan berbagai formasi yang dibuat para punggawa Rajawali Laut Flight. 

Pertunjukkan ini akan terus berlanjut hingga hari ini, Sabtu (21/9), dan akan dibuka secara umum. Tim Demo Udara Rajawali Laut Flight akan tampil dengan berbagai formasi menarik dan mendebarkan. 

Penampilan Rajawali Laut Flight pada pembukaan kemarin, disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma yang juga didampingi oleh Komandan Puspenerbal, Laksamana Muda TNI Sisyani Jaffar. 

Selain formasi dan manuver yang variatif, atraksi RALF di bawah pimpinan flight leader Kapten Laut (P) Herdian, dengan Pesawat Beechcraft G-36 Bonanza, juga menunjukkan formasi unik bernama Anchor yang membentuk seperti Jangkar mencirikan simbol Angkatan Laut. 

Komandan Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Erich Yuliontirta menyampaikan bahwa formasi Anchor yang menjadi ciri khas Angkatan Laut sesuai dengan matra para punggawa Rajawali Laut Flight berasal, TNI Angkatan Laut. 

Dalam BIAS 2024 ini, delapan formasi dan manuver berbeda dengan 5 pesawat Beechcraft G-36 Bonanza menghiasi langit Bali dengan warna asap putih.

ATRAKSI - Suasana Jupiter Aerobatic Tim saat melakukan atraksi pada pembukaan BIAS 2024 di langit Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/9).
ATRAKSI - Suasana Jupiter Aerobatic Tim saat melakukan atraksi pada pembukaan BIAS 2024 di langit Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/9). (ISTIMEWA)

Sementara itu Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah ditemui di Mako Wing Udara 2 Puspenerbal mengatakan, Bonanza yang berwarna abu-abu juga dihias spesial dengan strip kuning membentuk siluet burung rajawali mulai dari samping main body kanan dan kiri hingga ke bagian bawah sayap utama.
Pesawat AU Jerman

Sementara itu, Bali International Airshow (BIAS) 2024 dengan bangga menyambut kedatangan pesawat angkut militer Airbus A400M milik Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman. Pesawat ini mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (18/9) lalu.

Kedatangan A400M merupakan kabar baik bagi Indonesia serta mencerminkan hubungan dan kerja sama yang erat antara Indonesia dan Jerman di sektor pertahanan dan kedirgantaraan.

A400M, yang dikenal karena keserbagunaan dan kemampuannya dalam operasi militer dan penanganan bencana, menjadi bukti upaya kolaboratif dalam meningkatkan keamanan regional dan kesiapan pertahanan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved