BIAS 2024

Selama BIAS, Dinas LHK Bali Pakai Jam Buang Sampah, TPA Suwung Batal Ditutup, Konsumsi Avtur Naik

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas DKLH Bali, I Made Teja mengatakan tak menutup TPA Suwung selama Bali International Airshow (BIAS) berlangsung

ISTIMEWA
ATRAKSI - Suasana Jupiter Aerobatic Tim saat melakukan atraksi pada pembukaan BIAS 2024 di langit Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/9). 

TRIBUN-BALI.COM  — Bali kembali menjadi tuan rumah kegiatan internasional yakni Bali International Airshow (BIAS) yang berlangsung, Rabu (18/9) sampai Sabtu (21/9). Acara ini di-handle langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Selama Bali International Airshow (BIAS) berlangsung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar TPA Suwung ditutup.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas DKLH Bali, I Made Teja mengatakan tak menutup TPA Suwung selama Bali International Airshow (BIAS) berlangsung. “Saya tidak tutup. Tetap saya buka. Kalau ditutup, mau diapain? Nangis nanti orang Denpasar dan Badung,” jelasnya saat ditemui, Kamis (19/9).

Teja menegaskan bukan menutup TPA Suwung, melainkan mengatur waktu pembuangan sampah dari jam sekian ke jam sekian. Waktu pembuangan sampah pada umumnya dibatasi sehingga tumpukan sampah tidak terbang dan tidak berbau.

BERI KETERANGAN - Kepala Dinas DKLH Bali, I Made Teja memberi keterangan pada sebuah acara di Denpasar, baru-baru ini. Teja mengatakan, selama event BIAS 2024, TPA Suwung tidak ditutup, namun diberlakukan jam membuang sampah.
BERI KETERANGAN - Kepala Dinas DKLH Bali, I Made Teja memberi keterangan pada sebuah acara di Denpasar, baru-baru ini. Teja mengatakan, selama event BIAS 2024, TPA Suwung tidak ditutup, namun diberlakukan jam membuang sampah. (Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami)

“Kalau buang sampahnya pagi mulai pukul 06.00 sudah buka dan sore sampai malam jam 20.00 kita tutup. Kalau kegiatan Airshow ini tidak terlalu. Kita kan jaga di sepanjang jalan saja. Yang penting kebersihan terjaga,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rapat Koordinasi persiapan Airshow 2024, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan meminta selama Airshow ini berlangsung akan memberdayakan mesin RDF (Refuse-derived fuel). Jadi selama Airshow ini berlangsung tidak ada kegiatan membuang sampah ke TPA Suwung.

“Jadi ini para peserta rapat, yang paling susah selama karir perjalanan 10 tahun itu di sini ngurus sampah, betul-betul ngurus sampah. Saya tobat-tobat ngurus sampah ini. Karena aduh ampun, tapi kayaknya akan selesai karena kita sudah nemu teknologinya setelah perjalanan panjang 10 tahun,” tandasnya.

Sementara itu, selama ajang air show berskala internasional BIAS, kebutuhan avtur atau bahan bakar pesawat menjadi salah satu layanan prioritas Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui unit operasinya di Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai. AFT Ngurah Rai pada kesempatan ini turut melayani kebutuhan avtur dari pesawat-pesawat peserta  BIAS 2024.

Area Manager Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, pada event ini diperkirakan ada peningkatan konsumsi avtur di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang diprediksi mencapai sekitar 4 persen, dari rata-rata konsumsi normal sejumlah 2.335 KL untuk total keseluruhan produk avtur yaitu avgas, avtur dan avtur sustainable aviation fuel.

“Kami dari Pertamina memastikan kesiapan layanan dan pasokan energi berjalan aman selama perhelatan BIAS yang akan berlangsung hingga 21 September mendatang,” ujar Ahad, Kamis (19/9).

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan event (BIAS) ini, kami memastikan kesiapan sarana dan fasilitas melalui AFT Ngurah Rai dengan menyiapkan tiga armada sarana pengisian di lokasi pelaksanaan BIAS di Apron Selatan General Aviation Terminal Bandara Ngurah Rai.

Selain itu juga memastikan kebutuhan  Avtur untuk pesawat-pesawat peserta  BIAS di Bandara Ngurah Rai Bali terpenuhi dengan baik.

"Selain itu untuk mendukung kelancaran penyaluran di Bandara kami juga menambah manpower atau petugas untuk setiap shift dan melakukan pengaturan petugas sesuai kebutuhan operasional selama acara berlangsung," imbuh Ahad.

Terkait kebutuhan energi di Bali, Pertamina Patra Niaga melakukan build-up stok untuk menjamin ketersediaan Avtur selama kegiatan BIAS ini mencukupi.

Untuk ketahanan stok produk avtur di AFT Ngurah Rai Coverage Days (ketercukupan harian) saat ini mencapai 6 hari dengan rata-rata konsumsi di 2.335 KL dan dilakukan suplai akumulatif atau terus menerus melalui STS Kalbut sebagai pendukung. (sar/zae)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved